Tips Wirausaha : Aspek Penggajian & Rekrutmen

Team Excellent 2017, Persiapan Brainstorming Luar Kota ke Giri Tirta Kahuripan Purwakarta

Salah satu aspek penting yang kerap terlupakan saat membangun usaha adalah aspek penggajian. Berikut adalah beberapa tips yang bisa bermanfaat dalam mengelola aspek penggajian untuk usaha yang kita jalani :

  1. Jika perusahaan baru pertama kali dibentuk, ada kemungkinan terlampau berat untuk memberikan gaji bulanan secara tetap. Jika demikian, coba berikan nilai gaji tertentu sebagai gaji tetap, ditambah dengan persentase dari nilai project atau pendapatan bulanan. Cara ini menjaga cash flow perusahaan agar tetap stabil dan disisi lain kita juga tidak merugikan kebutuhan hidup essensial untuk karyawan/staff kita. Jangan lupa, hal ini harus didiskusikan dengan staff yang bersangkutan agar tidak bersifat “fait accompli” ataupun merugikan salah satu pihak
  2. Pemilik atau owner perusahaan biasanya menjabat sebagai direktur atau posisi tertentu. Meski perusahaan tersebut milik sendiri, secara professional statusnya harusnya adalah pekerja. Dengan demikian, ia menerima gaji, bonus dan honor sebagaimana yang lain sesuai dengan jumlah yang ditentukan.
  3. Meski perusahaan sendiri, pendapatan usaha sebaiknya tidak dianggap sebagai hak milik yang bisa dipergunakan sesuai keperluan kapan saja dibutuhkan. Jika owner memerlukan uang dari pendapatan usaha diluar gaji, statusnya adalah pinjaman yang bisa dibayar dari gaji atau deviden atau keuntungan perusahaan yang menjadi haknya.
  4. Review gaji karyawan atau staff secara periodik dan pertimbangkan penyesuaiannya berdasarkan lama kerja, nilainya sebagai asset perusahaan, kemampuannya bagi perusahaan, disiplin pribadi terkait target yang diberikan dan kontribusi yang sudah ia lakukan
  5. Jika ingin menghitung biaya gaji, silakan hitung berdasarkan biaya per bulan namun untuk forecast/estimasi hitungan bisnis, sebaiknya dikalikan dalam waktu 6 bulan atau 1 tahun. Misalnya gaji pokok staff nilainya 3 juta rupiah per bulan. Kalikan setahun jadi 36 juta rupiah. Dari sini kita bisa memperhitungkan apakah dengan merekrut 1 karyawan/staff kita bisa menerima kompensasi pendapatan usaha melebihi nilai tersebut. Hal ini juga akan memastikan bahwa kita memiliki kemampuan untuk memberikan gaji dalam rentang waktu periode tertentu. Jangan sampai setiap bulan kita justru berjuang untuk sekedar memberikan gaji bagi seluruh team
  6. Jika berdasarkan kalkulasi bisnis rekrutmen satu staff bisa memberikan pendapatan melebihi biaya yang dikeluarkan, berarti keputusan kita merekrut staff sudah tepat. Jika sebaliknya, sebaiknya tunda dulu rencana merekrut staff. Jangan lupa, sama seperti semua aspek usaha, dalam beberapa bulan awal biasanya kontribusi staff baru ini belum akan maksimal, jadi dalam beberapa bulan awal ada kemungkinan kita membakar uang perusahaan untuk buffer biaya sebelum mulai ada pemasukan dari kontribusi rekrutmen baru
  7. Selain gaji, siapkan juga aspek bonus perusahaan, THR dan asuransi. Komponen ini mutlak diperlukan, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan. Kita bisa melakukan benchmark pada perusahaan sejenis dan bisa memberikan tunjangan diluar gaji secara bertahap

Saya pernah berbicara dengan salah satu pimpinan perusahaan klien yang saya anggap sebagai mentor bisnis. Ia berkata :

“Jika kamu ingin mencari orang bagus dengan gaji rendah, itu mungkin saja. Tapi kemungkinannya kecil. Keciiil sekali. Kalaupun ada, itu mencurigakan…”

Kemudian lanjutnya,

“Tidak usah khawatir kita memberikan gaji mahal pada rekrutmen baru, jika ia bisa memberikan pendapatan yang jauh lebih besar bagi perusahaan. Daripada mencari staff baru dengan gaji UMR dan kita berjuang untuk melatih dan mendidiknya kemudian mendapatkan penghasilan 1.5-2 kali lipat dari UMR, lebih baik kita merekrut staff baru dengan gaji level manager namun ia bisa memberikan kontribusi pendapatan 2–3 kali atau lebih dari gaji yang ia dapatkan”

Jika kita sudah kalkulasikan dengan cermat namun pada prakteknya menemui beberapa hambatan, mungkin ada beberapa strategi yang perlu disesuaikan. Tidak usah khawatir karena pada saat menjalaninya kita pasti memiliki beberapa pilihan strategi dan penyesuaian dan itu memberikan pemahaman tambahan bagi kita dalam mengelola usaha yang dijalani.