Pohon Talok Depan Rumah

Di depan rumah kami ditanami pohon talok, satu buah. Mbok Kas, rewang kami yang memberikan pohon itu, kira-kira 5 tahun yang lalu. Pohon talok memberikan kerindangan di depan rumah, kalau sedang berbuah anak-anak sekitar kadang suka manjat dan mengambil buahnya. Buah Talok katanya enak, loh kok katanya? Ya karena saya tidak suka buah.

Hari Sabtu kemarin, pulang kerja diantar sama Arnold. Kebetulan hari itu Arnold ada urusan di dekat rumah, sekalian deh diantar. Waktu saya turun dari mobil.

“Om, Wit-e ditegor wae”Kata Arnold

“La ngopo?” Tanya Saya

“Ndak nggo omah Dhemit”Jawab Arnold.

Hari Sabtu dan Minggu sengaja nggak ngomong ke Dian, mau konfirmasi dulu sama Arnold rencananya. Senin ini pas ketemu Arnold di kantor saya tanya:

“Nek ditegor wit-e aman to?” Tanya Saya

“Aman” Jawab Arnold

“Dhemit-e ora ngamuk to?” Tanya Saya

“Aman” Jawab Arnold singkat

Setelah mendengar jawaban Arnold, baru saya ngabarin Dian di Rumah. Minta tolong orang untuk menebang Pohon Talok. Beserta alasannya

Dan barusan Dian kasih kabar kalau Pohon Taloknya sudah ditebang.

Semoga aman deh.

Like what you read? Give Veta Mandra Perdana Putra a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.