HUBUNGAN YANG STABIL ANTARA INFLASI DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Via Rahman Dani
Nov 5 · 3 min read

Inflasi adalah suatu periode pada masa tertentu, dimana terjadi penurunan kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter. Penyebab inflasi bermacam-macam, Yang pertama yaitu karena permintaan atau daya tarik masyarakat yang kuat terhadap suatu barang. Inflasi terjadi karena munculnya keinginan berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran. Karena keinginan yang terlalu berlebihan itu, permintaan menjadi bertambah, sedangkan penawaran masih tetap yang akhirnya mengakibatkan harga menjadi naik. Yang kedua adalah Inflasi disebabkan karena bertambahnya uang yang beredar dikemukakan oleh kaum klasik yang menyatakan bahwa ada keterkaitan antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga. Apabila jumlah barang tetap namun jumlah uang yang beredar lebih besar dua kali lipat, maka harga barang pun menjadi lebih mahal dua kali lipat dan lama kelamaan menjadi inflasi ekstrim.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat yang menyebabkan kenaikan produksi barang dan jasa atau peningkatan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat mengindikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat, sehingga penting untuk melakukan penghitungan pada pertumbuhan ekonomi. Salah satu cara untuk menghitungnya adalah dengan menghitung nilai uang. Nilai uang akan tercermin pada produk domestik bruto (PDB).

Inflasi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap pendapatan masyarakat. Pada kondisi tertentu, misalnya inflasi lunak, justru akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksi sehingga meningkatkan perekonomian. Namun, inflasi akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap, sedangkan harga barang/ jasa naik. Kemampuan ekspor suatu negara akan berkurang ketika mengalami inflasi, karena biaya ekspor akan lebih mahal. Selain itu, daya saing barang ekspor juga mengalami penurunan, yang pada akhirnya pendapatan dari devisa pun berkurang.

Pengamat ekonomi dunia, John Maynard Keynes mengatakan bahwa inflasi yang terlalu tinggi atau bisa dikatakan ekstrim dapat memicu ketidakberaturan perekonomian suatu negara dan berpotensi mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Hubungan inflasi dengan pertumbuhan ekonomi berbeda seiring berkembangnya zaman, misalnya di tahun 1960 yang merupakan zaman keemasan kurva philips, dimana tingkat inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, terdapat hubungan positif jangka pendek diantara keduanya .Contoh hubungan positif yang lainnya terdapat di negara Israel yang perekonomiannya tumbuh sekitar 10 persen per tahun antara tahun 1948 dan 1973, dengan tingkat inflasi sekitar 6 persen hingga 7 persen per tahun.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Michael Bruno dan William Easterly tentang hubungan antara inflasi dengan pertumbuhan ekonomi, mereka menemukan bahwa ada hubungan positif diantara keduanya pada jangka waktu yang pendek, namun sebaliknya, pada jangka waktu yang panjang, hubungan itu menjadi bernilai negatif. Dan mereka menemukan fakta bahwa pada tahun 1960–1972, ketika inflasi krisis terjadi di beberapa negara, pertumbuhan ekonomi dikatakan mengalami penurunan yang tajam, dan ketika inflasi krisis mulai menghilang dan berkurang, secara otomatis perekonomian akan mengalami kestabilan dan meningkat secara perlahan-lahan.

Dalam mengatasi krisis inflasi, langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah mengurangi pengeluaran negara dan menaikkan tarif pajak rumah tangga juga perusahaan agar masyarakat mengurangi tingkat konsumsi mereka dan yang akan terjadi adalah harga barang mengalami penurunan .Hal lain yang dapat dilakukan pemerintah adalah mengurangi jumlah uang yang beredar, dan meningkatkan nilai suku bunga agar masyarakat tertarik untuk menabung.

Masyarakat diharapkan mengurangi sikap yang konsumtif yang menjadi salah satu penyebab adanya inflasi, memperbanyak menabung dan melakukan investasi. Karena ketika tingkat konsumsi masyarakat rendah secara otomatis harga-harga akan turun dengan sendirinya dan inflasi krisis akan berkurang.

…….

Referensi : https://files.stlouisfed.org/files/htdocs/publications/review/96/05/9605mb.pdf

    Via Rahman Dani

    Written by

    mahasiswa