Membahas Stagnation Point, secara Non Teknik

Bismillaah

Review kembali matkul di semester pertengahan (4/5 kalau gk salah wkwk)

Saya akan bahas apa itu stagnation point, tapi secara non teknik.

Sebelumnya, apa itu stagnation point?

Stagnation point adalah titik dimana kecepatannya aliran fluidanya adalah “0" nol. Biasanya terjadi pada bagian leading dan trailing edge pada airfoil

Sederhananya seperti itu, jadi ibaratnya kalau ada hujan kamu neduh dibawah payung. Nah posisi neduh tersebut itu stagnation point. Atau ada angin, dari arah depanmu, tetapi kamu berlindung dibalik tembok, sehingga angin tersebut tidak berhembus kepadamu.

Lain cerita kalau kamu mengulurkan tanganmu keluar tembok, jelas anginnya akan terasa. Maka bagian tanganmu itu, bukan titik stagnasi. Masih bagian flow stream.


“Langsung ajah dan bahas, jangan sok pinter -_-”

Afwan…

Pertama tama, saya kaitkan dulu dengan definisi di atas.

Singkatnya stagnation point itu adalah titik dimana tidak berubah/tetap nol/diam ditempat.

Jadi, apa bedanya kita dengan titik tersebut? Jika tidak mau keluar zona nyaman? Jika tidak mau berubah dan begitu-begitu saja?

Dan terlebih kau hanya melihat pemandangan yang sama, tak berubah, pemandangan yang tersedia di situ-situ saja.

Maka dari itu saya penasaran, pemandangan apa yang dilihat orang sholeh itu?


Masalahnya, apakah kau siap untuk berubah dan hijrah sepenuhnya?!

  • Kau akan kehilangan banyak/sebagian temanmu! (Tergantung lingkunganmu)
  • Kau akan merasa banyak dosa, karena ilmu yang kau dapat
  • Kau akan berat melakukannya, apabila terbiasa melakukan yang diluar aturanNya
  • Kau akan melawan sisi burukmu sendiri. (Kau tak bisa melenyapkannya, tetapi kau harus menaklukannya. Sebut saja “hawa nafsu”)

Tetapi… ada hal yang lebih indah, dari apa yang kau tinggalkan dan korbankan

Hal yang sampai sekarang membuat diriku penasaran.

Mengapa orang orang shaleh sangat bahagia, tak ada beban, ceria, masalah tak membuatnya cemas, dan mendapat ketenangan yang teresap ke hatinya.

Aku penasaran, pemandangan apa yang mereka lihat?

Sampai sekarang aku masih penasaran

Apakah aku masih tetap di titik stagnasi?!

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade