Dubai akan memindah seluruh data pemerintahan ke blockchain pada 2020

Pangeran Dubai pada hari ini mengungkapkan rencana penerapan teknologi blockchain pada semua dokumen pemerintahan yang ditargetkan akan berjalan pada tahun 2020. Diumumkan pada acara yang diselenggarakan oleh Dubai Future Foundation dan Smart Dubai Office, tujuan akhir dari proyek yang dipimpin oleh pemerintahan ini adalah untuk membuka jalan bagi penerapan blockchain ke berbagai kota di seluruh dunia.

Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum menjelaskan bahwa strategi yang akan diterapkan tersebut merupakan bagian dari rencana Dubai untuk menetapkan standard bagi smart city.

Dalam perkataannya ia menjelaskan:

UEA terus bergerak untuk bisa menjadi standar bagi daerah lain dengan terus berusaha untuk memperkirakan masa depan dan menyesuaikan diri dengan revolusi industry keempat dan semua kemungkinan untuk meningkatkan efesiensi yang datang bersama itu.

Pemerintah Dubai memperkirakan bahwa strategi blockchain yang dibuatnya akan memiliki potensi untuk menghasilkan penghematan sebesar 25.1 juta jam produktif ekonomis tiap tahun dan mengurangi emisi karbondioksida.

Pengumuman yang dibuat tim inisiatif pada hari ini merupakan bagian dari usaha Dubai yang telah dilakukan setahun ini untuk menjadi pemimpin dalam teknologi blockchain. Pada bulan April tahun ini misalnya, Dubai meluncurkan Global Blockchain Initiative (GB) yang memiliki 30 anggota baik dari sektor publik maupun private. Sekarang GBI telah berkembang dengan anggota yang terdiri dari 47 pemerintahan dan entitas keuangan.

Dua kelompok yang terlibat dalam usaha tersebut adalah Dubai Future Foundation dan Smart Dubai Office, yang sekarang digadang untuk mengambil peran sebagai pemimpin untuk mengeksekusi rencana tersebut.

TIGA PILAR

Strategi blockchain milik Dubai akan dibangun berdasarkan tiga pilar, meliputi efesiensi pemerintahan, pembentukan industry, dan kepemimpinan internasional.

Pengelola berhaharap proyek blockchain ini akan berkontribusi pada peningkatan efisiensi pemerintahan dengan cara menciptakan lapisan digital baru untuk transaksi-transaksi bagi masyrakat. Lebih lanjut lagi, setelah semua dokumen dipindahkan pada blockchain, pengelola percaya bahwa proyek ini akan menciptakan peluang bisnis bagi sektor private. Industri di Dubai berekspektasi akan mendapat keuntungan dari pengembangan blockchain ini meliputi real estate, perbankan, industry kesehatan, transportasi, perencanaan perkotaan, smart energy, perdagangan digital, dan pariwisata.

Namun mungkin hal yang paling menarik dari berita ini adalah rencana pemerintah untuk membuka platformnya baik bagi kota-kota lain dan negara.

Dubai Future Foundation dan Smart Dubai berkata bahwa mereka percaya jaringan internasional mampu mempermudah wisatawan untuk melewati batas dengan formulir mengenai identifikasi yang telah disetujui terlebih dahulu dan dompet digital dan pembayaran digital yang telah diotentifikasi.

Mohammed Abdullah Al Gergawi, Menteri Kabinet (Minister of Cabinet Affairs) berkata:

Pengguna hanya butuh masuk ke akun data personal dan kredensial bisnis sekali; data ini akan diperbaharui dan diverifikasi secara berkala melalui jaringan blockchain dalam semua pemerintahan dan entitas swasta meliputi bank dan perusahaan asuransi.

sumber: http://www.coindesk.com/dubai-government-documents-blockchain-strategy-2020/