
Alasan kenapa harus melanjutkan Kuliah S2.
Sebenarnya ini bukanlah soal penjelasan kenapa gue lanjut kuliah S2. Kenapa? Karena gue emang……. Gak lanjut S2.
Ini lebih kepada penasarannya gue sama beberapa temen gue yang setelah menyeselesaikan pendidikan S1-nya kemudian memilih lanjut ke S2. Apa yang menjadi alasan mereka sehingga yakin atau enggak niat banget buat lanjut S2.
Sekitar 4 tahun yang lalu, gue pernah diskusi sama dosen di kampus gue. Diskusi itu bermulai dari sebuah percakapan:
Dosen: “Kalau kamu mau bantu saya di divisi ini, Nanti saya bisa bantu kamu buat dapetin beasiswa S2. Kalau beasiswa S1 disini ya gak mungkin, wong kamu udah separoh jalan kan disini”.
Gue: “Menarik sih, Pak. Tapi gimana ya, terus terang, sampai saat ini saya belum ada ketertarikan untuk lanjut S2. Saya belum ada motivasi kenapa saya harus lanjut S2.”
Si bapak dosen ini mengkerutkan dahi, seakan-akan pengen ngomong “Yang bener aja lo”, tapi yang keluar dari mulut beliau adalah
Dosen: “Begini, Vio. bla.. bla… bla… bla…”
Ya, dosen emang ngomong bla bla bla gitu… literally bla bla bla #anakjakselmodeon
Hahahaha.. enggaklah. Dosen menjelaskan sangat panjang, kesana-kemari, kesitu-kesini.. yang gue inget, simpulannya adalah
“Diluar sana banyak orang yang pengen banget lanjut kuliah, tapi terkendala di biaya. Kamu termasuk orang yang beruntung, kamu sudah kuliah dan besar kemungkinan bisa dapet beasiswa S2 lagi, ambil dong kesempatan ini. Kesempatan ini tuh gak dateng 2–3 kali lho”.
Kalimat dari si dosen emang bikin gue sempet berpikir
“Benar juga, ya. S2, Ini kesempatan gue”
Tapi kalimat si dosen gak buat gue untuk berpikir
“Okay, Fix. Gue harus S2. Ini kesempatan emas yang harus gue manfaatkan sebaik mungkin, gue gak akan berubah pikiran meskipun gue orangnya plin-plan”.
Dan sampai sekarang, gue masih belum terpikir untuk lanjut S2. Alasanya,
Pertama, Udah capek sama tugas kampus. Hahaahah. Terutama bikin paper atau semacam “Coba kamu baca Bab 2, terus rangkum sesuai pemahaman kamu ya. Gak ada rangkuman berarti kamu saya anggap tidak hadir di perkuliahan” Gue juga gak terlalu yakin sih, di S2 apakah masih ada konsep begini. Hahahaha…
Kedua, gue masih pesimis sama dunia akademik sekarang. Gue kurang suka dengan metode menilai seseorang dari angka atau huruf, apalagi nilainya cuma dari hasil UTS atau UAS. Gue kurang suka dengan konsep kalau UAS, tidak ada yang boleh buka smartphone, tidak ada yang buka modul, dll.
Di kampus gue, memang ada 1–2 dosen yang di saat ujian akhir membolehkan untuk browsing dan membuka modul, dan gue suka dosen yang seperti ini. Konsep begini itu gak memaksa kita menghafal, apalagi gue jurusan Informatika dan gue gak jago dalam menghafal, kan gak mungkin kita ngapalin kodingan. Banyak kondisi yang tidak memungkinan konsep hafalan diterapkan.
Ketiga, menurut gue, dunia profesi yang sedang gue gelutin ini gak terlalu mandang latar belakang pendidikan. Yang gue tau, profesi gue ini rata-rata membutuhkan portfolio atau apa saja projek yang pernah lu kerjakan, pengalaman lu, dan bagaimana cara lu menyelesaikan sebuah masalah.
Terus, apakah gue menyesal karena menyelesaikan S1 gue? Ya enggak dong, karena selesai ya gak menyesal, lain cerita kalau sampai sekarang gue masih berkutat dengan skripsweet~
Disisi lain, Selama kuliah gue banyak wawasan baru. Bukan, ini gue dapetin gak pas dalem kelas, ada, tapi di luar kelas jauh lebih banyak wawasan baru yang gue dapet. Temen baru, itu sudah pasti dan ungkapan paling klise. Banyak pengalaman yang menjadikan gue seenggok orang dengan pribadi yang baru, Tapi….. hal-hal itu tadi belum cukup untuk mendorong gue untuk melanjutkan S2.
Gue masih penasaran apa yang membuat temen-temen gue lanjut S2, apakah tuntutan profesi mereka, mereka emang suka dalam hal akademis, atau kuliah adalah passion mereka. Jika ada kesempatan dan jika gue inget, mungkin gue harus nanya langsung ke mereka.
