142 hari
Nov 5 · 1 min read
Pada kehidupan yang terbatas
Awalnya ku kira hanya manusia yang Tuhan berikan nafas
Pada berjalannya angka tanpa batas
Tersadar sepasang jiwa kita pun berdansa lepas
Seratus empat puluh dua hari
Serta detik-detik yang tak pernah lelah berlari
Selalu kau menjadi tempat untuk kembali
Sebuah rumah untuk terlelap di penghujung hari
