Pada kehidupan yang terbatas
Awalnya ku kira hanya manusia yang Tuhan berikan nafas
Pada berjalannya angka tanpa batas
Tersadar sepasang jiwa kita pun berdansa lepas

Seratus empat puluh dua hari
Serta detik-detik yang tak pernah lelah berlari
Selalu kau menjadi tempat untuk kembali
Sebuah rumah untuk terlelap di penghujung hari

    Vincentius Joseph Adhika Ageng Anindyajati

    Written by

    I have storms in my body, i do poet to control the storms.