Modern Love; The Beauty in Heartbreak
Weekend kemarin. Aku telah membuat keputusan yang salah. Menonton film di malam senin dengan hormon berantakan. Komplit. Film ini adalah salah satu series Amazon, yang juga adaptasi essay kolom mingguan The New York Times. Series ini terdiri 8 episode dengan masing-masing durasi 30 menit. It’s easy to watch in a day but can’t get over it for days.
Episode 1, “When the Doorman Is Your Main Man”. Hi, Guzmin! Aku bertemu dia, penjaga pintu yang tak ramah dan menyebalkan. Tapi aku mendambakannya di kehidupan nyata. Surely you also want to.
Episode 2, “When Cupid Is a Prying Journalist”. Episode ini seperti alarm keras, membuatku ingin menyelesaikan semua masa lalu. Mencoba berhati-hati mengambil keputusan agar tak mengganggu di masa depan. Oh, do you? Okay, let’s say thank to Julie!
Episode 3, “Take Me as I Am, Whoever I Am”. Di sini aku bertemu Lexi, satu orang dengan dua karakter berbeda. Episode ini membuatku mengintip kehidupan asmara orang-orang yang berhadapan dengan mental illness.
Episode 4, “Rallying to Keep the Game Alive”. Aku bertemu dengan pasangan suami istri yang mencoba baik-baik hanya dengan bermain tenis. Mereka yang tak lagi muda masih mencoba sama-sama bahagia. So, are you ready to live together with your partner, forever?
Episode 5, “At the Hospital, an Interlude of Clarity”. Aku bertemu dengan Rob dan Yasmine yang memulai kencan dengan segelas alkohol. Belum sampai 30 menit, kencan mereka harus berpindah ke rumah sakit dan berakhir dengan segelas kopi hangat.
Episode 6, “So He Looked Like Dad. It Was Just Dinner, Right?”. Maddy tak lagi merindukan Ayahnya setelah bertemu dengan Peter. Biasa dia sebut Mr. Genius. Peter berhasil menjadi sosok Ayah yang selalu dirindukan Maggy. Seperti sebagian anak perempuan yang masih mendambakan sosok Ayahnya. Selamanya, and of course, it’s a Daddy issue!
Episode 7, “Hers Was a World of One”. Cukup kaget Ed Sheeran muncul sebagai stranger yang bertemu dengan Karla. Perempuan yang menyukai kehidupan nomaden dan sedang mengandung anak untuk Andy dan Tobin. Yup, untuk bukan dari. Anak Karla akan dibesarkan dengan dua orang Ayah.
Episode 8, “The Race Grows Sweeter Near Its Final Lap”. We are old, but our love is young — sedikit dialog Margot yang ku ingat saat upacara pemakaman Ken, suaminya. Bertemu dan dipisahkan untuk bersama. Timeless love. Di episode akhir ini, aku juga bertemu semua karakter dari semua episode.
Sekitar 240 menit, membuatku bersyukur telah menikmati narasi cinta yang tak biasa. Modern love, terkesan menarik tapi tak baik. Membuat banyak orang menyerah untuk mengejar yang harus dikejar, karena jawabannya berakhir tak harus saling memiliki. Membuat banyak orang lupa dirinya, karena terlalu sibuk mencari perhatian. Tapi yang menarik akan selalu ada ucapan syukur dibaliknya, karena setiap kejadian akan selalu ada tujuan.
Love in many forms, loves in many ways.
So…
What is your modern love?
Who is your modern love?
