Geolog dan Kereta Api
Kegiatan lapangan identik dengan geolog, mulai dari sekadar berjalan ke luar masuk hutan, berkemah, hingga mendaki gunung. Berpetualang. Istirahat secukupnya pada tempat seadanya membuat geolog hanya mampu memberikan penilaian nyaman dan nyaman sekali untuk sebuah akomodasi. Geolog terbiasa bikin kenyamanan sendiri.
Kita mengenal kereta api sebagai moda transportasi massal dan tentu ekonomis, karenanya nyaman menjadi hal yang tidak mudah didapatkan, ketika itu. Dulu penumpang kereta api harus pintar-pintar bikin kenyamanan sendiri supaya bisa beristirahat di dalam gerbong kereta api.
Koran atau matras – alas tidur yang sering digunakan di dalam tenda – adalah barang yang saya dan kawan-kawan “harus” bawa saat berkereta api untuk membuat kenyamanan sendiri. Sedikit ruang bisa digunakan untuk berbaring dan tidur, di situlah matras digunakan. Naluri petualang geolog seperti mendapatkan tempat di sini. Inilah yang kemudian membuat saya familier dengan moda transportasi ini. Pada sebuah perjalanan jarak jauh hampir selalu menjadikan kereta api sebagai pilihan.
Berjalannya waktu kereta api Indonesia alami perubahan, menjadi lebih baik tentunya. Bahkan tidur beralas matras di dalam gerbong kini tidak diperbolehkan. Lalu bukan berarti geolog menjadi tidak menikmati lagi “berpetualang” di kereta api. Sering kami mengobrolkan masa-masa di mana kereta api belum senyaman sekarang di gerbong restorasi yg cukup nyaman dengan ditemani satu gelas minuman hangat.
Kira-kira begitulah mengapa geolog akrab dengan kereta api.