KAU
kau ranting pertama yang mengetuk kaca jendela kamarku. kau cuaca yang kuterka-terka namun selalu gagal kubaca. kau ucapan selamat datang sekaligus selamat tinggal di sebuah pintu yang tak sengaja kubuka. kau warna yang hanya bisa kujelaskan dengan menutup mata. kau buku puisi yang kupinjam dan selalu telat kukembalikan ke perpustakaan. kau kalimat yang terbata-bata kuucapkan ketika membahas cinta pertama. kau daun kering yang digugurkan terakhir oleh usia dari kepalaku.
kau ciuman pertama yang kucuri diam-diam di dalam mimpi. kau aroma yang membuatku mencintai hujan dan pagi. kau awan berbentuk lucu yang kuperhatikan dari simpang jalan. kau debar yang datang ketika aku hampir selesai mengucap amin. kau sepi yang rutin mengunjungi langit-langit kamarku dan langit mataku. kau pucuk tanaman yang disentuh ibu tiap pagi. kau kenangan terakhir yang ingin kuingat di perjalanan pulang ketika hujan.
kau..
-Sumbawa, 2017-
