Bangsatisme

Gilang
Gilang
Sep 7, 2018 · 2 min read

bangsat1/bang·sat/ n 1 kepinding; kutu busuk; 2 cak orang yang bertabiat jahat

saya terkadang suka bingung sendiri ketika memikirkan orang orang yang kerjaanya hanya meringkuk di balik orang lain. kemoon men kita udah gede bukan bocah lagi yang harus sembunyi di ketiak emak, anehnya manusia manusia ini terlalu nyaman di zona mereka dan bahkan mereka tidak tahu sedang diperjuangkan, bukannya mempermudah mereka hanya tau berbicara, takut dan lari

bangsatisme, faham yang sangat cocok bagi orang yang sedang diperjuangkan tapi lari meninggalkan yang memperjuangkan, anehnya orang orang ini tidak pernah sadar akan urgensitas perubahan. yang mereka inginkan hanyalah menjalani hari ini tanpa memikirkan esok, mereka merasa ya sudahlah besok mah besok yg penting hari ini gue bahagia.

nah kaum kaum bangsatisme inilah yang menjadi sampah masyarakat (ya sampah memang kenapa? tersinggung? silahkan labrak saya) orang yang ketika kelompoknya berjuang untuk suatu perubahan yang lebih baik orang2 ini malah memilih diam dan menunggu tarikan, dasar beban. orang2 ini yang secara sadar atau tidak sadar apatis terhadap masa depannya sendiri, seakan tidak sadar orang lain sudah berlari mereka memilih mengantungkan diri di kaki orang lain. alasannya takut, tidak bisa, bukan urusan saya (PECUNDANG), orang2 ini tidak sadar mungkin mereka bisa lari dari tanggung jawab tapi mereka tidak bisa lari dari hidup. ada saatnya dihidup kita semua akan diberikan ujian yang berat dan banyak, disaat orang lain bersiap dan belajar menghadapi ujian hidup itu, yang kalian lakukan hanyalah meringkuk manis di kamar kos, menunggu semua baik baik saja. ya semua akan baik2 saja, untuk kami dan untuk hari ini, tapi kelak kalian para penganut faham bangsatisme akan sadar bahwa lari adalah keputusan terburuk dalam hidup kalian.

kalian yang tidak mengerti pentingnya sebuah relasi dan softskills akan sadar bahwa waktu2 yang kalian habiskan bermalas malasan adalah hal yang paling dungu, dan tentunya penyesalan akan datang nanti, esok ketika semua sudah terlambat.

Bangsatisme, ya pilihlah. berubah atau tertinggal?

    Gilang

    Written by

    AWAM

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade