Poros Maritim? Ngimpi ! (1/3)

Gilang
Gilang
Sep 9, 2018 · 2 min read

Disclaimer : yang saya tulis ini bukanlah kajian atau analisis atau apapun itu, hanya murni pendapat saya yang lagi suka baca jurnal kemaritiman, kenapa gk dijadikan kajian? ya males aja

-glg

Indonesia salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, negara kepulauan bermakna bahwa apa yang disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan tentunya dipisahkan oleh lautannya yang luas juga. Indonesia juga sebagai salah satu negara yang memiliki lautan lebih besar dari daratan (2/3), sudah semestinya memiliki segudang potensi yang dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh rakyatnya. Walau begitu bangsatnya pembangunan yang sedang terjadi dan akan terjadi terlalu fokus dan berorientasi di darat (iya tau ada tol laut, emang cukup?), dan bodohnya kita seakan-akan puas terhadap pembangunan yang terjadi sekarang, padahal dari negara negara yang memiliki luas laut lebih kecil seperti jepang, singapura, korea selatan dan tiongkok kita kalah jauh dalam pemanfaatan sumber daya kemaritiman ini. Negara-negara ini memiliki sumbangan 48% PDB cuman dari sektor maritim saja, bandingkan dengan Indonesia yang sektor maritimnya hanya menyumbang sekitar 11% SAJA terhadap PDB (data 2017), padahal negara kita memiliki sektor laut yang luasnya lebih banyak dari negara negara yang telah disebutkan tadi.

2014, muncul wacana yang di gaungkan oleh presiden kita tercinta bapak jokowi yang (katanya) akan menjadikan kembali indonesia sebagai poros maritim dunia, mimpi yang tentunya dibayang bayangi oleh kejayaan indonesia di jaman sriwijaya dan majapahit dulu. Kawasan Asia tenggara sendiri sebenarnya merupakan kawasan yang sangat memiliki potensi dan tentunya sangat strategis dan dapat berperan banyak dalam menentukan kegiatan pelayaran dan perdagangan di Asia bahkan Dunia. tapi nih tapi, indonesia sebagai negara yang digadang-gadang sebagai poros maritim kenyataanya bukanlah pemeran utama disini, Malaysia? ya bukanlah. Singapura, negara kecil nan sejahtera ini menjadi pemeran utama di poros ini, wilayah laut yang kecil bukan hambatan bagi singapura untuk tetap digdaya di atas negara tetangganya di bidang maritim. Singapura nampak lebih bijaksana dalam penentuan kebijakan yang mereka ambil terkait peran kemaritiman terhadap perekonomian negaranya, seakan mereka mengerti bahwa wilayah yang sempit bukanlah masalah dibandingkan otak yang sempit. Hal ini sangat bertolak belakang tentunya dengan indonesia yang memiliki luas lautan yang beribu-ribu kali jika dibandingkan dengan singapura. Negara kita seakan hanya main-main dan terkesan tidak serius terhadap geostrategis indonesia, yang tentunya merupakan potensi yang paling besar bagi saya sendiri mahasiswa perkapalan. Negara ini sejujurnya mampu dan bisa menjadi poros maritim yang sesugguhnya, BUKTI : Masa lalu (sriwijaya dan majapahit),

Lalu sekarang pertanyaanya, Masih beranikah kita bermimpi?

jawabannya ada di tangan kita, (yang katanya) SANG penerus bangsa.

Berlanjut… (1/3)

FYI : baca ini agar terbuka “ “Kajian Strategis Perulangan Kebesaran Bangsa Melalui Optimalitas Geostrategis Nusantara” Oleh: Mayor Laut (P) Ade Prasetia, S.Kel, M.Si (Han).”

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade