Musik Rakyat
KETIKA musik dimainkan, diperdengarkan di sekitar gendang telingaku, (yang dialunkan melalui handphone); ku menikmati musik ini, nada folk khas masyarakat eropa di perdengarkan, yang biasa dinyanyikan dikeramaian, saat ini diperdengarkan ditempat yang sepi dan tenang ini, malam yang khas malam, ya musik folk saat suasana sunyi memang beda, tapi ini boleh juga, dan sedikit terasa dan terdengar nyaman…. Yang jelas aku menikmatinya…. Mantap alunan musiknya menggiringku menelusuri jejak-jejak diriku di masa silam, musik itu membawa dan mengingatkanku ke dalam kenangan hidup di saat api unggun di malam hari, dengan suasana pesta bakar-bakaran yang ramai di selingi dansa dan anggur merah, berbagi tawa dan menengguk kebahagiaan sesaat dimalam penuh gempita rasa canda tawa….
Aku tertenggun dan tersadar, kembali aku ketempat sepi ini dengan alunan musik yang di perdengarkan yang sedikit banyak memiliki melodi gitar yang nyaman dan me-nyenyak-kan di telinga, membuatku ingin terlelap saja dalam ketenangan malam ini, di kursi, di tempat tongkrongan ini, ada suasana yang jarang aku dapat, karna mungkin aku jarang keluar malam hari dan duduk berlama-lama dan menikmati suasana di tempat aku sedang berada, tujuan ku selalu rumah; tapi kini aku menikmati suasana malam yang nyaman dan bukan di rumah, “ahh…. Tenangnya….”
“Apakah ini hidup…. Aku menikmatinya…. Aku tidak berpasrah diri pada yang terjadi, tapi ini… kali ini…. Aku menikmatinya….”
