Kebetulan yang Menyenangkan

Asik itu kalau dalam sekali liputan bisa dapat dua atau bahkan tiga berita. ini seperti kata pepatah, ‘sekali mendayung, dua-tiga pulau terlewati’. haha. ‘sekali tepuk, dua-tiga burung jatuh terduduk’ (eh, ada gak pepatah yang terakhir itu?)

nah, kemewahan seperti itu cuma bisa terwujud dalam dua situasi berikut:

  1. konferensi pers yang melibatkan banyak pihak
  2. berjumpa seseorang dalam sebuah peliputan

Konferensi yang melibatkan banyak pihak. ah, ini sih namanya panen berita. kita tidak hanya dapat satu berita tentang apa yang dibahas dalam konferensi pers tersebut tetapi juga memancing berita dari isu-isu yang terkait dengan setiap pihak yang terlibat.

misalnya saja, sebuah konferensi pers yang digelar BPJS Kesehatan, dua minggu lalu tentang pengumuman peserta kartu indonesia sehat (kis) — penerima bantuan iuran (pbi). BPJS Kesehatan mengundang kepala dinas kesehatan juga kepala dinas kependudukan. nah, dari kedua kepala dinas itu kita bisa bertanya hal lain. seperti, contohnya, bertanya tentang pencatatan e-KTP pada dinas kependudukan atau bertanya tentang suatu penyakit kepada kepala dinas kesehatan.

tentang hal ini, semua jurnalis telah mengetahuinya. setiap komandan liputan tentunya telah berpesan untuk melakukan hal tersebut kepada para prajuritnya.

nah, tapi, untuk kondisi yang kedua ini, tidak bisa diprediksi kapan datangnya. makanya, saya menyebutnya sebagai kebetulan yang menyenangkan. dan saya — alhamdulillah, sering sekali mengalaminya. haha.

seperti misalnya, ketika meliput acara jamuan makan gratis di Maha Vihara Duta Maitreya Imlek kemarin. Saya tengah mengobrol dengan Humas Vihara ketika kemudian seorang ibu datang menghampiri. Ia menyapa si humas.

ia melibatkan kami, para pewarta, dalam obrolannya. yaaaa.. sekalian saja kan ditanyai pendapatnya tentang acara itu. setidaknya meringkas waktu mencari peserta jamuan makan untuk ditanyai pendapatnya. asik!

satu contohnya lagi, ketika liputan proyek sosial kebersihan di sebuah perkampungan. ketika itu juga, si ibu menyinggung isu lain. pembicaraan pun bergeser ke isu tersebut. nah, tanpa sadar, acara timpal-menimpal komentar tentang satu isu itu dapat dijadikan sebuah berita. Setidaknya, tentang tanggapan warga. dan itu menyenangkan sekali. tinggal dicari pelengkapnya saja.

sebenarnya, kalau paham isu, mendapatkan berita itu tidak susah.