Kehamilan di Usia 60 Tahun

Masjid Al Aqsha di Palestina — foto AFP

Kisah ini lanjutan dari kisah sebelumnya tentang Sarah yang mendapat hadiah seorang budak wanita dari Raja Mesir. Ini menjadi bagian dalam perjalanan hidup Nabi Ibrahim alaihissalam. Tapi tidak akan diceritakan dengan detil. Kisah ini hanya menjadi awalan sirah nabawiyah — kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam.


Nabi Ibrahim alaihissalam lahir di kota Babilonia, Irak. Setelah mendapatkan Hajar, keluarga Nabi Ibrahim alaihissalam pindah ke Palestina.

Ringkas cerita, Nabi Ibrahim alaihissalam setelah beberapa tahun menikah dengan Sarah, mereka tak kunjung memiliki anak. Beberapa riwayat mengatakan, ini karena Sarah mandul.

Sampai umurnya mencapai 60 tahun, ia belum punya anak. Sarah, karena khawatir dan kasihan pada Nabi Ibrahim, menghadiahkan Hajar kepada Nabi Ibrahim untuk dinikahi.

Waktu itu, ada beberapa riwayat yang mengatakan, selisih umur Hajar dan Sarah cukup jauh. Hajar adalah seorang budak yang masih belia sekali ketika dihadiahkan. Nabi Ibrahim pun menikahi Hajar.

Setahun menikah, mereka memiliki seorang anak. Anaknya adalah Ismail alaihissalam. Setelah memiliki anak, fitrahnya Sarah mempertanyakan, kenapa kok dia tidak bisa memiliki anak sementara Hajar bisa.

Lalu ia pun berdoa kepada Allah azza wa jalla supaya dikaruniai anak di usianya yang sudah uzur.

Apa yang terjadi?

Setelah dua tahun berlalu dari kelahiran Ismail alaihissalam, malaikat datang kepada Nabi Ibrahim alaihissalam memberitahukan berita gembira.

— Sebenarnya, para malaikat itu akan datang ke kaum Luth alaihissalam, kaum yang terkenal homoseksual. Nabi Luth alaihissalam merupakan keponakan Nabi Ibrahim alaihissalam. Ia orang pertama yang mengimani risalah Nabi Ibrahim alaihissalam. Setelah beriman, Allah mengutusnya sebagai nabi. Ia diutus untuk kaumnya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam, “Semua nabi diutus untuk kaumnya masing-masing”.

Jadi sebelum Nabi Muhammad, para nabi berdakwah di masyarakatnya masing-masing. Seperti nabi Ibrahim di daerah Palestina, Babilonia, dan Mekkah. Nabi Luth di wilayah Yordania, laut mati. Nabi Isa khusus untuk Bani Israel. Dan tidak ada kewajiban bagi mereka untuk berdakwah di tempat lain. Khusus di wilayah itu saja.

Tapi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam waktu itu diutus untuk seluruh alam semesta.

“Saya diutus untuk golongan merah dan hitam. Golongan jin dan manusia.” Jadi tidak ada terkecuali bagi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam.

Malaikat datang untuk memberitahukan akan menghancurkan kaum Luth. Kaum yang homoseksual dan sudah diberi dakwah tapi tidak mau menerima.

Malaikat mampir ke rumah Nabi Ibrahim alaihissalam untuk menyampaikan berita gembira kepada Sarah. Bahwa ia akan hamil dan melahirkan anak.

Ini menyatakan, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah azza wa jalla. Yakni bahwa, dalam keadaan sudah tua dan mandul pun Sarah masih bisa punya anak dengan kekuasaan Allah.

Allah sebutkan dalam surat Az Zariyat ayat 24–30.

“Sudah sampaikah kepadamu, hai Muhammad, tentang tamunya Ibrahim? Dua malaikat yang datang untuk menghancurkan kaum Luth?” (QS Az Zariyat: 24)
“Yaitu malaikat-malaikat yang dimuliakan.”
Ingatlah ketika mereka datang ke tempat Ibrahim dengan mengucapkan “Salaamun”. Ibrahim pun menjawab “Salaamun”. artinya keselamatan untuk kalian. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal. (QS Az Zariyat: 25)
Maka dia pun, Nabi Ibrahim alaihissalam, yang terkenal ringan tangan, mempersilakan dua malaikat masuk. Dia secara diam-diam menemui keluarganya di dapur. Kemudian dia menyembelih seekor anak sapi yang gemuk langsung dimasak dan dihidangkan kepada tamunya. Tanpa menanyakan siapa kalian. (QS Az Zariyat: 26)

Ini contoh yang sangat baik dari Nabi Ibrahim alaihissalam. Kalau orang datang ke rumah jangan suudzon dulu. Berikan sesuatu makanan. Ada apa yang menjadi kebutuhannya.

Tatkala dihidangkan, Ibrahim alaihissalam bilang, “Silakan dimakan.” Tapi mereka tidak mau makan. Karena itu, Ibrahim merasa takut pada mereka.

Lalu mereka berkata, “Janganlah kamu merasa takut, Ibrahim.”

Mereka lalu menyampaikan berita gembira pada Ibrahim alaihissalam tentang akan lahirnya seorang anak bagi Ibrahim alaihissalam yang bernama Ishak dari Sarah. (QS Az Zariyat: 28)

Bagaimana Sarah akhirnya punya anak di usianya yang sudah tua dan akhim. Sarah memekik seraya menepuk dirinya sendiri dan berkata, kok ada berita gembira dari malaikat.

“Sesungguhnya aku wanita tua yang mandul,” ujarnya. (QS Az Zariyat: 29)

Lalu malaikat menjawab, “Dialah Tuhan kalian yang memfirmankan. Sesungguhnya IA-lah yang paling bijaksana dan paling mengetahui.” (QS Az Zariyat: 30)

Allah mampu membuat apapun bahkan Allah mampu membuat seluruh perempuan hamil tanpa laki-laki, bisa memiliki keturunan tanpa hubungan biologis suami-istri. Tapi itu kekuasaan Allah azza wa jalla.

Sarah hamil dan akhirnya melahirkan seorang anak, Ishak. Inilah mengapa Nabi Ibrahim kemudian berjuluk Abul Anbiya’.

… to be continued


Dikisahkan oleh Ustaz Dr Khalid Basalamah, MA

Dalam audio mp3 yang dapat diunduh melalui situs pakdenono.com

Dan ditranskripsikan oleh wenny c prihandina.