Resensi Film “ALPHA”

Ibunya meragu, bahwa keda bisa melewatkan perburuan pertamanya dengan gemilang. “Ia dipandu oleh hatinya. Bukan oleh tombaknya.” Ujarnya kepada suaminya sebelum tidur.

Tetapi ayah Keda meyakinkan ibunya bahwa Keda lebih kuat dari yang diduga. Bisa jadi, ia mengatakan itu karena sekedar gengsi ataupun ego dirinya sebagai kepala suku. Tetapi, dari sinilah cerita ini dimulai…

Film ini bukan soal balas dendam seorang ayah kepada binatang buas yang menghabisi anaknya. Film ini juga bukan soal teriakan-teriakan heroik Kepala suku sebelum menghujamkan tombak pada lawannya. Film ini nyatanya memiliki alur yang cukup mudah ditangkap makna dari setiap adegannya.

Adalah Keda, seorang anak kepala suku yang harus berjuang menemukan jalan kembali ke sukunya. Ia ditinggalkan oleh anggota sukunya karena dianggap telah mati. Begitu siuman, ia mencoba bangkit dan mulai berguru pada alam.

“Supaya kita bisa bertahan Hidup, kita harus fokus, bersabar, dan tidak menyerah” Kepala Suku pada pemburu muda yang tidak lain adalah anaknya.

Sepanjang jalan menuju taman perburuan, Sang Kepala suku memberikan pesan dan pelajaran soal hidup, kehidupan, kekuatan, dan petunjuk jalan untuk anaknya. Pertama-tama ia belajar tentang kesabaran dan pantang menyerah sewaktu belajar membuat api. Lalu menunjukkan tanda jalan bagi para pemburu menuju perburuan. Hingga membuat peta jalan di lengan Keda, dan mengajari cara membacanya.

Bagaimanapun, Keda adalah pemburu pemula. Ia tidak sempat dilatih bagaimana cara menghadapi Bison yang mengamuk dan menyerang ke arahnya. Keda kalah dan dilemparkan Bison ke tebing tinggi hingga tak sadarkan diri. Dianggap mati, Ayahnya yang bersedih serta para pemburu pergi meninggalkannya.

Setelah sadar dan hampir mati yang kedua kali, akhirnya Keda mencoba kembali ke atas tebing dimana ia dijatuhkan. Naas, sesampainya disana, ia hanya menemukan batu-batu tanda kematiannya. Tak cukup lama ia menangisi nasibnya, ia mulai menyeret kakinya yang patah diiringi lolongan serigala.

Film ini cukup menarik buat saya. Apa sebabnya? Karena tidak terlalu banyak percakapan aneh-aneh, juga alur ceritanya yang sederhana. Pesan dari film ini terjaga pada poin-poin penting soal Keda sebagai manusia yang berjuang bertahan hidup dan mencari jalan pulang. Seperti apa yang diungkapkan Ayahnya kepada Ibunya dimalam sebelum pergi, ia menemukan kekuatannya.

Dalam perjalanan pulang, Keda berhasil menjadikan Serigala ‘Alpha’ yang memburunya menjadi sahabatnya. Disinilah kita akan melihat peran manusia dan hewan yang saling berbagi kekuatan dan membantu Keda berburu. Keda, dan serigala ‘Alpha’ akhirnya berhasil kembali ke sukunya dibimbing pesan-pesan Ayahnya.

Judul Film : ALPHA

Sutradara : Albert Hughes

Sinematografer : Martin Gschlacht

Penulis : Daniele Sebastian Wiedenhaupt

Dirilis : Columbia Pictures

Tahun : 2018