S02E05: All Hail King Simon

Widy Jp
Widy Jp
Nov 3 · 5 min read
Photo by Toa Heftiba on Unsplash

Halo semua

Hey gimana kabarnya kalian? Semoga sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Tuhan.

My life’s been great, kerjaan di kantor aman, kuliah lancar, dan belum ada kabar kalau Beby JKT48 bakal graduate.

Jadi aku baru saja ulang tahun beberapa bulan yang lalu, dan memasuki usia kepala dua ini ada hal yang baru, salah satunya adalah kemarin pas Idul Adha ada acara bakar-bakar gitulah di kantor, aku makan sate kambing lumayan banyak, dan setelah pulang dilanjutkan dengan kepala pusing. Anjir kukira menjadi dewasa itu cuma tanggung jawab makin gede dan makin nggak punya temen aja, ternyata rawan kolesterol juga.

Tapi tahun ini tahun yang cukup menyenangkan buatku, ada banyak milestones yang tercapai, nggak tahu deh kayaknya hoki shio kelinci di tahun babi ini cukup tinggi.

Ya banyak hal menarik di tahun ini kayak aku dapat kesempatan mengunjungi beberapa tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya dan diberi kesempatan buat ngomong dan sharing di sejumlah event developer. Tapi jujur aja sih ini bukan sebuah hal yang mengejutkan buatku, karena setidaknya dari dulu aku bisa membayangkan diriku berdiri di sebuah panggung dan ngomong ke banyak orang. Jadi aku yakin sooner or later kesempatan itu akan datang. Makanya kemarin pas aku ada reuni dan ketemu beberapa temen lama, lalu mereka kayak mengapresiasi dan nggak nyangka kalau aku yang pendiam ini bisa jadi speaker, wait, jadi gini ya, memang saya pendiam, tapi saya tidak bisu dong.

Aku baru aja selesai baca Sapiens, bukunya para SJW edgy open minded progresif kiri wkwk. Ya memang bisa dibilang buku ini adalah buku yang cukup liberal yang bakal menantang nilai konservatif atau nilai-nilai yang mungkin selama ini kita percaya. Tapi menurutku sih nggak ada yang salah dari menjadi liberal, bukannya orang-orang yang merantau, jauh dari rumah itu akan cenderung lebih liberal ya? Aku sih percaya ya paham liberalisme itu tumbuh subur di daerah kos-kosan.

Aku yakin anak kos itu pasti semakin liberal dan meninggalkan nilai konservatif, kecuali kalau keluarganya memang udah liberal. Pasti ada lah orang yang dulunya di rumah nggak pernah keluar malem, bahkan jam 9 malem udah disuruh masukin motor ke ruang tamu, tidak lupa standarnya dikasih keset biar ubin nggak rusak, tapi setelah di perantauan jadi sering keluar dan pulang malem. Aku ada kenalan yang di rumahnya dia anak baik-baik, tapi semenjak ngekos mulai coba ngerokok. Tapi yang muslim tetep sih, mereka akan selalu konsisten nggak akan mau diajak makan babi.

Buku Sapiens ini akan membawa kita melihat bahwa dunia ini ternyata tidak seperti apa yang selama ini kita kira. Seandainya apa yang dituliskan oleh bapak Yuval Noah Harari ini benar, berarti akan ada nilai atau kepercayaan yang akan bergeser atau bahkan runtuh. Tapi, dibanding membahas kepercayaan tentang sejarah peradaban manusia atau bagaimana agama hadir di antara kita, aku lebih tertarik dengan nasib teori konspirasi kalau buku ini benar sih.

Bagi sebagian orang, termasuk aku, teori konspirasi ini menarik karena membuat kita seakan tahu tentang rahasia dunia yang tidak diketahui sebagian besar orang. Sama kayak di dunia pergosipan, di dalam sebuah gerombolan tukang gosip, semakin kalian tahu berita atau aib yang tidak diketahui semua orang, maka semakin tinggilah derajat kalian.

Salah satu teori konspirasi yang paling terkenal kan soal illuminati dan freemason ya, bahwa seluruh dunia ini dijalankan oleh hanya segelintir elit global, bahwa ada 1% populasi yang menguasai dunia ini, 99% sisanya jualan es kopi. Terus kalau ternyata cerita dewa-dewa itu cuma mitos buatan manusia supaya bisa saling bekerja sama, jadi illuminati itu masih nungguin dajjal nggak sih? Gimana coba? Aku sih nggak nemu sudut pandang lucunya ya, jadi sebenernya ini jokes-nya cuma sampai 99% orang jualan es kopi. Emang es kopi ini cukup meresahkan. Ngabisin duit. Kapan saya mau beli macbook kalau hampir tiap hari beli es kopi :(

Tapi beruntung aku menemukan bahan menarik tentang konspirasi, nggak tahu sih ini termasuk teori konspirasi atau bukan, tapi di salah satu sesi random browsing di internet, aku menemukan sebuah hal yang sangat mindblown buatku, bahwa ternyata keluarga kerajaan Inggris yang sekarang sebenarnya bukanlah pewaris tahta yang sah. Jadi di tahun 2004 ada sebuah dokumenter berjudul “Britain’s Real Monarch” yang menceritakan bahwa di tahun 1400-an raja yang berkuasa saat itu ternyata illegitimate atau tidak sah karena bukan merupakan keturunan yang sah dari sang ayah, yang berarti seluruh garis keturunannya hingga ke Ratu Elizabeth II saat ini juga tidak sah.

Kemudian setelah ditelusuri, ternyata orang yang lebih berhak atas tahta Britania Raya sekarang sedang tinggal di Australia dan berprofesi sebagai petani. Bayangin coba kalian lagi bersantai habis ngurusin ternak dan kebun kan, lagi ngaso di bawah pohon yang teduh, masih pakai kaos partai, kemudian didatengin orang dan bilang kalau kalian adalah pewaris kerajaan Inggris yang sebenarnya.

Namun Michael Abney-Hastings yang ada di dokumenter tersebut menyatakan bahwa dia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang dan tidak akan memaksakan klaim atas tahtanya. Kelihatan sih di video itu, kalau keluarga besarnya itu terlihat harmonis dan bahagia tanpa perlu ada pasukan penjaga yang mengawalnya. Ini mengingatkanku pada quote dari seorang sosok pekerja keras, Spongebob Squarepants, beliau pernah bilang dalam acara TV-nya “Semua kilauan itu bukanlah emas”. Menurutku sih orang-orang terlalu gampang silau dengan tren dan ketenaran. Sama kayak di IT, banyak orang berbondong-bondong masuk IT karena beberapa tahun terakhir hype IT sangat di-boost dengan “IT adalah masa depan. Semua pekerjaan pasti butuh IT”. Makanya aku salut sama beberapa teman yang berani meninggalkan hingar bingar IT ini dan buka kedai es kopi. Rispek!

Anyway, di tahun 2012 King Michael meninggal dunia, artinya tahta kerajaan Britania Raya yang sebenarnya diwariskan ke putra pertamanya, Simon Abney-Hastings. Bayangkan kerajaan Inggris, salah satu monarki terbesar, yang dalam sejarahnya pernah menguasai hingga seperempat wilayah dunia akhirnya punya raja bernama Simon.

Sayangnya, King Simon juga tidak akan memaksakan klaimnya. Tapi kita nggak tahu, bisa aja diam-diam dia sedang mengumpulkan pasukan dan nunggu waktu buat nyerang Inggris kan. Seandainya itu beneran terjadi pasti asik sih, kita bisa lihat Game of Thrones secara live, pasti itu seru banget, semua orang ngomongin, dan endingnya pasti sampah.

Udahlah itu aja. Sekian. Terima kasih.

Menulis yang serius, kadang juga jenaka.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade