Antara Jurusan dan Unit

Wiga Jihan Armani
Sep 7, 2018 · 2 min read

Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 31 Agustus bisa dibilang merupakan hari yang sangat sibuk bagi penulis. Memang, sudah pernah penulis merasakan kesibukan yang lebih dari pada saat itu. Terlebih dahulu saat penulis masih berada di tahun pertama dan minim pengalaman organisasi. Kesibukan dan ketegangan bergabung menjadi satu membuat penulis tertekan, beruntung, keberhasilan penulis beradaptasi mempertahankan pijakan penulis di kampus ini. Tetapi, seiring berjalannya waktu permasalahan yang penulis hadapi mulai berubah. Kebingungan bagaimana menjalankan organisasi mulai berubah menjadi kebingungan untuk memilih prioritas. Terlebih ketika penulis dihadapkan dengan ospek jurusan, yang tentu saja tidak mungkin ditinggalkan. Jurusan yang pada hakikatnya adalah alasan penulis masuk ke kampus ini.

Ketika panggilan ospek jurusan dilakukan sehari sebelum ospek jurusan, bukan hanya penulis yang merasa kaget dan merasa panggilan itu terlalu cepat dari perkiraan, beberapa tugas pun dikerjakan dengan mendadak dan kurang maksimal. Di masa-masa ini penulis mulai belajar untuk memanfaatkan waktu yang lebih untuk ospek jurusan. Namun, masih tidak terfikirkan bahwa akan ada tugas besar yang mengharuskan keterlibatan satu angkatan. Maka saat tugas itu diumumkan sekitar pukul 22.00 WIB dan satu jam kemudian angkatan memutuskan untuk berkumpul esok harinya, penulis mau tak mau harus mengikuti kegiatan angkatan mengingat kejadian sebelumnya yang mengakibatkan tugas tidak maksimal karena keterbatasan waktu.

Dilema dalam diri penulis pun muncul. Jika mengerjakan tugas angkatan maka penulis tentu saja harus merelakan mengikuti osjur persma day 1. Beberapa kali penulis berpikir mengenai kemungkinan untuk ijin agar dapat mengikuti kegiatan osjur persma, tetapi karena keperluan editing dimana penulis sangat dibutuhkan untuk kelancaran pembuatan tugas, lebih tepatnya tugas papan angkatan, penulis akhirnya memilih untuk menghadiri pembuatan papan angkatan. Sebanyak 35 foto anak harus diedit menggunakan photoshop sehingga menghabiskan waktu berjam-jam dari pukul 09.00 hingga 18.00 sore. Selama pengerjaan penulis dibantu oleh seorang teman yang mau menggantikan sementara, berkat dia penulis bisa menyelesaikan tugas lebih cepat dari perkiraan awal.

Keputusan yang penulis buat memang berat, saat harus memilih dua hal yang penulis ingin lakukan. Namun, pembuatan tugas papan angkatan yang dikerjakan bersama selama berjam-jam hingga penulis merasa letih dirasa membuahkan hasil yang mengesankan. Meskipun penulis harus duduk di depan laptop, melakukan editing foto terus-menerus yang cukup menguras tenaga. Tidak hanya itu, penulis juga berusaha semampu penulis untuk menghias ulang papan angkatan dengan teliti. Mungkin pekerjaan yang penulis lakukan seakan terdengar begitu biasa, namun usaha yang sepenuhnya penulis curahkan sangat besar.

Penulis sejujurnya merasa sedih harus meninggalkan osjur hari pertama persma. Ilmu yang ingin penulis dapatkan terpaksa harus didapatkan melalui catatan yang tak langsung penulis dapatkan di tempat. Alangkah lebih baik dan mengena bila penulis bisa berada disana bersama cakra lain. Mendapat ilmu dan berdiskusi langsung tidak bisa dibandingkan dengan sekedar mencatat tulisan dari layar komputer. Karena perasaan kurang puas muncul di benak penulis, keinginan besar untuk hadir di pertemuan berikutnya tidak dapat terbendung lagi.

Nama : Wiga Jihan Armani

NIM : 15417113

#Osjur Persma 2018

Wiga Jihan Armani

Written by

Learning anything I can learn