Sejarah Singkat Kevin Lynch

Wiga Jihan Armani
Sep 3, 2018 · 5 min read

Wiga Jihan Armani

15417113

Kevin Lynch adalah seorang professor di MIT (Massachusetts Institute of Technology ) sejak tahun 1949 hingga 1978. Dia merupakan professor tata kota pada Department of Urban Studies and Planning (Severo, 1984). Hidupnya banyak didedikasikan untuk menulis buku dan jurnal yang merupakan peninggalan besar terlebih pada bidang kawasan perkotaan. Kevin Lynch memang menunjukkan ketertarikan lebih terhadap tema kawasan perkotaan melalui tulisan yang digarap di awal karirnya (Caves, 2005).

Pada awalnya, Kevin Lynch menjadi mahasiswa di Universitas Yale dengan mengambil Jurusan Arsitektur dimana dia bergabung dengan Frank Lloyd Wright’s Architecture selama satu setengah tahun. Di tahun1944 Kevin Lynch mengikuti wajib militer. Begitu menyelesaikan wajib militer Kevin Lynch melanjutkan studi di MIT dengan jurusan tata kota. Pada tahun 147, Kevin Lynch berhasil lulus dengan gelar BA, setahun kemudian dia mendapat tawaran untuk bergabung dengan Department of Urban Studies di MIT. Di sini Kevin Lynch membuat banyak tulisan yang banyak memberi dampak yang masih berlangsung hingga sekarang (Caves, 2005).

Di tahu 1960 Kevin Lynch mempublikasikan karya tulisnya yang paling terkenal yaitu “The Image of the City”. Karya tulis ini berhasil membuatnya dikenal luas oleh dunia. Pada akhir 1960an Kevin Lynch telah berhasil membuat dirinya salah satu expert dalam bidang tata kota. Beberapa penghargaan yang diperoleh Kevin Lynch antara lain American Institute of Architects’ Allied Professions Medal pada 1974, dia juga memperoleh gelar honorary doctorate oleh Stuttgart University dan Ball State University, pada 1984 dia menjadi penerima pertama penghargaan Rexford G. Tugwell Award (Banerjee & Southworth, 1996).

Dalam “The Image of the City” Kevin Lynch memperkenalkan mengenai mental mapping, “Most often, our perception of the city is not sustained, but rather partial, fragmentary, mixed with other concerns. Nearly every sense is in operation, and the image is the composite of them all”. Pernyataan tersebut menjelaskan dasar dari mental mapping yang merupakan persepsi kita baik dengan sengaja maupun tidak, dengan maupun tanpa dasar ilmu, akan keadaan di sekitar wilayah kita berdasarkan banyak pertimbangan yang digabungkan.

Mental mapping yang ditemukan oleh Kevin Lynch telah banyak digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian seperti Fear and Misperception of Los Angeles Urban Space oleh Matei et al. dan Local belonging and ‘geographies of emotions’: Immigrant children’s experience of their neighbourhoods in Paris and Berlin oleh Besten. Pada penelitian Matei dijelaskan mengenai ketakutan pada kota Los Angeles tidak berdasarkan tindakan kriminal yang sering terjadi di wilayah tersebut, melainkan disebabkan oleh adanya populasi non-kulit putih dan non-asia. Hal ini dapat diperoleh melalui metode mental mapping, yaitu dengan melihat persepsi penduduk di wilayah tersebut daripada melakukan asumsi berdasarkan jumlah tindak kriminal di wilayah sekitar (Matei, Ball-Rokeach, & Qiu, 2001). Pada penelitian oleh Olga den Besten, subyek anak imigran diminta untuk melakukan mental mapping mengenai bagaimana perbedaan keadaan di sekitarnya dibandingkan keadaan mereka di negara sebelumnya berdasarkan perspektif mereka akan keamanan, ketakutan, dan stres (Besten, 2010).

Kevin Lynch meninggalkan ilmu besar untuk planologi semasa hidupnya. Tidak hanya memperkenalkan metode mental mapping, Kevin Lynch juga memperkenalkan beberapa metode lain yang juga memberi kontribusi besar dalam ilmu planologi. Kevin Lynch meninggal secara mendadak dikarenakan serangan jantung pada 25 April 1984 pada umur 66 tahun (Severo, 1984).Kevin Lynch adalah seorang professor di MIT (Massachusetts Institute of Technology ) sejak tahun 1949 hingga 1978. Dia merupakan professor tata kota pada Department of Urban Studies and Planning (Severo, 1984). Hidupnya banyak didedikasikan untuk menulis buku dan jurnal yang merupakan peninggalan besar terlebih pada bidang kawasan perkotaan. Kevin Lynch memang menunjukkan ketertarikan lebih terhadap tema kawasan perkotaan melalui tulisan yang digarap di awal karirnya (Caves, 2005).

Pada awalnya, Kevin Lynch menjadi mahasiswa di Universitas Yale dengan mengambil Jurusan Arsitektur dimana dia bergabung dengan Frank Lloyd Wright’s Architecture selama satu setengah tahun. Di tahun1944 Kevin Lynch mengikuti wajib militer. Begitu menyelesaikan wajib militer Kevin Lynch melanjutkan studi di MIT dengan jurusan tata kota. Pada tahun 147, Kevin Lynch berhasil lulus dengan gelar BA, setahun kemudian dia mendapat tawaran untuk bergabung dengan Department of Urban Studies di MIT. Di sini Kevin Lynch membuat banyak tulisan yang banyak memberi dampak yang masih berlangsung hingga sekarang (Caves, 2005).

Di tahu 1960 Kevin Lynch mempublikasikan karya tulisnya yang paling terkenal yaitu “The Image of the City”. Karya tulis ini berhasil membuatnya dikenal luas oleh dunia. Pada akhir 1960an Kevin Lynch telah berhasil membuat dirinya salah satu expert dalam bidang tata kota. Beberapa penghargaan yang diperoleh Kevin Lynch antara lain American Institute of Architects’ Allied Professions Medal pada 1974, dia juga memperoleh gelar honorary doctorate oleh Stuttgart University dan Ball State University, pada 1984 dia menjadi penerima pertama penghargaan Rexford G. Tugwell Award (Banerjee & Southworth, 1996).

Dalam “The Image of the City” Kevin Lynch memperkenalkan mengenai mental mapping, “Most often, our perception of the city is not sustained, but rather partial, fragmentary, mixed with other concerns. Nearly every sense is in operation, and the image is the composite of them all”. Pernyataan tersebut menjelaskan dasar dari mental mapping yang merupakan persepsi kita baik dengan sengaja maupun tidak, dengan maupun tanpa dasar ilmu, akan keadaan di sekitar wilayah kita berdasarkan banyak pertimbangan yang digabungkan.

Mental mapping yang ditemukan oleh Kevin Lynch telah banyak digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian seperti Fear and Misperception of Los Angeles Urban Space oleh Matei et al. dan Local belonging and ‘geographies of emotions’: Immigrant children’s experience of their neighbourhoods in Paris and Berlin oleh Besten. Pada penelitian Matei dijelaskan mengenai ketakutan pada kota Los Angeles tidak berdasarkan tindakan kriminal yang sering terjadi di wilayah tersebut, melainkan disebabkan oleh adanya populasi non-kulit putih dan non-asia. Hal ini dapat diperoleh melalui metode mental mapping, yaitu dengan melihat persepsi penduduk di wilayah tersebut daripada melakukan asumsi berdasarkan jumlah tindak kriminal di wilayah sekitar (Matei, Ball-Rokeach, & Qiu, 2001). Pada penelitian oleh Olga den Besten, subyek anak imigran diminta untuk melakukan mental mapping mengenai bagaimana perbedaan keadaan di sekitarnya dibandingkan keadaan mereka di negara sebelumnya berdasarkan perspektif mereka akan keamanan, ketakutan, dan stres (Besten, 2010).

Kevin Lynch meninggalkan ilmu besar untuk planologi semasa hidupnya. Tidak hanya memperkenalkan metode mental mapping, Kevin Lynch juga memperkenalkan beberapa metode lain yang juga memberi kontribusi besar dalam ilmu planologi. Kevin Lynch meninggal secara mendadak dikarenakan serangan jantung pada 25 April 1984 pada umur 66 tahun (Severo, 1984).

DAFTAR PUSTAKA

Banerjee, T., & Southworth, M. (Eds.). (1996). City Sense and City Design: Writings and Projects of Kevin Lynch. The MIT Press.

Besten, O. den. (2010). Local belonging and ‘Geographies of Amotions’: Immigrant Children’s Experience of Their Neighbourhoods in Paris and Berlin. Retrieved from https://doi.org/10.1177/0907568210365649

Caves, R. W. (2005). Lynch, Kevin. In Encyclopedia of the City (pp. 297–298).

Matei, S., Ball-Rokeach, S. J., & Qiu, J. L. (2001). Fear and Misperception of Los Angeles Urban Space, 28(4). Retrieved from https://doi.org/10.1177/009365001028004004

Severo, R. (1984). Kevin A. Lynch, 66, Pioneer Urban Theorist. The New York Times. Retrieved from https://www.nytimes.com/1984/05/03/obituaries/kevin-a-lynch-66-pioneer-urban-theorist.html

    Wiga Jihan Armani

    Written by

    Learning anything I can learn