Pengalaman Baru: Test Coding via Codility

Update: dari semua interview / panggilan kerja saya yang test via codility, gak satupun yang nerima saya :D, akhirnya saya diterima kerja di sebuah agency tanpa test codility, tapi tetap ada skill test.

Jujur saya, bagi saya yang merupakan seorang web developer yang terbentuk dari seorang mahasiswa lama tamat, cupu dan sedikit teman, yang ketika sudah lulus dan akan mencari pekerjaan, yang pertama muncul di pikiran saya adalah mencoba bekerja di tempat yang ‘mudah masuknya, gampang kerjanya’.

Namun ternyata anggapan itu kemudian berubah setelah saya keluar dari kantor pertama (setelah saya lulus) dan mencari pekerjaan di tempat lain. Ketika di tempat kedua, saya sedikit tertantang dikarenakan ternyata tempat kerja ini mengadakan test coding (wordpress dan SASS) sehingga mengingatkan saya bahwa memang tak segampang itu mencari kerja. Ketika saya ingin mencari pekerjaan baru lagi, salah satunya ada kesempatan untuk melamar di sebuah perusahaan situs jual beli.

Di perusahaan jual beli ini, tahap awal, pelamar pekerjaan akan dikirimkan email yang berisi undangan untuk mengikuti test coding via situs codility.com. Bagi saya, test coding di codility adalah hal baru (bahkan di situs-situs lain pun) sehingga tentu saya membuat saya menjadi agak panik karena memang test-nya sendiri waktunya memang dibatasi (tetapi bebas waktu pengerjaannya, tergantung waktu luang)

Kepanikan yang saya alami berlanjut ketika test berlangsung, dari 3 soal yang diberikan (dan hanya boleh dikerjakan menggunakan javascript) hanya terjawab satu soal dan itu pun saya tidak yakin kebenarannya :D (haha). Tiga hari berlalu, kemudian saya mendapatkan email balasan bahwa ternyata saya tidak dapat lanjut ke tahap berikutnya karena salah satu penilaiannya adalah test tersebut.

Sekedar tambahan informasi, orang yang akan merekrut anda dapat menentukan tingkat kesulitan soal test yang akan diberikan.

Pada lamaran lain yang saya kirimkan, saya pun ternyata mendapat email yang berisi undangan test coding di codility. Pada test kali ini, diberikan 5 soal yang harus dikerjakan selama 3 jam. Soal-soal yang diberikan bersifat problem solving, memberikan solusi untuk sebuah kasus atau masalah. Kali ini saya bisa lebih tenang, sehingga bisa menjawab 4 soal (tetapi hanya yakin 2 soal :P ). Test yang ini saya sedikit beruntung dikarenakan ternyata saya diberikan kesempatan kedua untuk mengikuti test coding dikarenakan nilai saya masih di bawah standard penilaian mereka dan mereka yakin saya adalah salah satu kandidat mereka (mudah-mudahan :D).

…..

Kesimpulan saya sendiri mengenai test coding online adalah dari test ini sebenarnya bisa dinilai bagaimana seorang developer dalam memecahkan masalah, lalu kejujuran developer sendiri dapat dinilai dikarenakan test-nya sendiri memang diluar pengawasan, hanya developer yang mengikuti test, soal, koneksi internet, dan waktu yang membatasi.