Cara Mengevaluasi Website Kesehatan


Saat ini informasi begitu banyak beredar dan tersedia di internet, ketika ingin mendapatkan informasi secara cepat kita cukup memasukkan kata kunci ke google maka daftar website yang relevan dengan kata kunci yang dimasukkan akan muncul.

Begitu juga dengan informasi kesehatan yang saat ini banyak tersedia dan makin menjamurnya situs-situs informasi kesehatan di internet. Namun, fakta mengejutkannya adalah menemukan website kesehatan yang memberikan informasi yang terpercaya adalah sebuah tantangan. Beberapa tahun yang lalu, sebuah review dari 79 studi yang berjudul Empirical Studies Assessing the Quality of Health Information for Consumers on the World Wide WebA Systematic Review yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) menyimpulkan bahwa informasi kesehatan online untuk konsumen sering cacat, tidak akurat dan menyimpang.

Mengapa beberapa situs kesehatan berisi informasi menyesatkan? Banyak penyebabnya, diantaranya adalah permintaan oleh sponsor, iklan komersial, perusahaan obat dan juga karena beberapa kelompok sengaja mengabaikan bukti ilmiah untuk mempromosikan keyakinan kesehatan tertentu.

Tentu ada beberapa tips yang kiranya dapat membantu Anda menilai apakah website yang Anda baca tepat untuk dibaca, berikut ini tipsnya.

Siapa yang mengelola situs ini ?

Seharusnya mudah untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk mengelola situs web dan informasinya. Anda harus yakin bahwa informasi yang tertulis dapat dipercaya dan dari sumber yang memiliki reputasi baik.

Siapa yang membayar situs ini?

Situs web tidaklah murah dan siapa pun yang mendanainya juga bisa mempengaruhi tampilan isi, apa yang disajikan, dan apa yang ingin dicapai oleh pemilik situs web dari pembacanya.

Apa tujuan dari situs web ini?

Apakah untuk memberitahu, mendapatkan informasi dan anggota, atau sekedar melayani kebutuhan umum.

Dari manakah informasi ini berasal?

Banyak situs web kedokteran atau kesehatan menuliskan informasi yang diambil dari sumber atau situs lainnya. Jika orang atau organisasi yang menuliskan bukan pencipta informasi tersebut, maka sumber asli informasi harus dikutip.

Apakah dasar informasi yang tertulis tersebut ?

Selain mencari tahu siapa yang membuat tulisan yang Anda baca, situs juga harus menjelaskan bukti atau sumber tulisannya. Fakta-fakta dan gambar medis harus dikutip asalnya (misalnya artikel di jurnal kedokteran ). Selain itu, opini atau saran harus dipisahkan dari informasi yang “evidence-based” (Berdasarkan hasil penelitian)

Bagaimana tampilan informasi pada situs?

Apakah materi sudah dibahas oleh suatu tim professional ahli atau dewan editor sebelum ditampilkan?

Seberapa baru informasi ini?

Informasi medis dan kesehatan seringkali berubah, dan Anda ingin memastikan informasi yang Anda baca merupakan informasi terbaru dan relevan dengan terapi termutakhir. Situs web yang dapat dipercaya akan menampilkan tanggal informasi dan kapan tanggal terakhir direvisi.

Bagaimana situs ini mengatur interaksi dengan pengunjungnya?

Selalu ada cara untuk Anda mengontak pemilik situs jika menemukan masalah atau ada pertanyaan dan saran. Jika terdapat chat room atau ruang diskusi online lainnya, maka harus dijelaskan aturan dalam menggunakan layanan ini.

Willi Fragcana Putra

Mahasiswa Kedokteran Universitas Cenderawasih

References

Finding and Evaluating Online Resources on Complementary Health Approaches. National center for Complementary and alternative medicine Web site. Accessed at http://nccam.nih.gov/sites/nccam.nih.gov/files/CAM_Basics_Evaluating_Online_Resources_07-11-2013.pdf on March 23,2014

MedlinePlus guide to healthy Web surfing. MedlinePlus Web site. Accessed at www.nlm.nih.gov/medlineplus/healthywebsurfing.html on March 23, 2014.

How to evaluate health websites. Kevinmd.com Web site. Accessed at http://www.kevinmd.com/blog/2013/07/evaluate-health-websites.html on March 23, 2014

Email me when WILLI PUTRA publishes or recommends stories