Merakyat atau Pencitraan?
Indonesia Hebat!
Kurang dari 1 bulan kita semua akan memilih pemimpin indonesia untuk 4 tahun kedepan. Jauh hari sebelum tanggal 9 Juli nanti sudah banyak tokoh-tokoh politisi yang mulai menampak kan wajahnya di media di hiasi dengan kabar mereka akan mencalonkan diri menjadi CaPres. Mungkin kita sudah melihat sosok politisi yang identik dengan kuda tunggangannya telah memulai start lebih awal dari pada capres lain, mungkin di antara kita tidak sadar bahwa dia sedang berkampanye dengan cara nongol di tv berbulan-bulan, ntah berapa banyak receh yang dia gunakan untuk nongol di tv.
Di sisi lain ada sosok pemimpin yang “menurut pendapat” saya merupakan pemimpin yang ideal, beliau sukses memimpin kota solo selama 2 periode bahkan pada periode kedua saat pemilihan walikota beliau hampir mendapatkan 100% suara rakyat Solo, luar biasa? Tentu sangat luar biasa! Bagaimana bisa hal itu terjadi? Yaph betul, karena beliau di cintai masyarakat solo.
1Tahun 5 bulan yang lalu beliau di panggil dari Solo hanya untuk membereskan Jakarta, warga Jakarta mungkin awalnya ragu dengan beliau, waktu yang menjawabnya. Hanya waktu yang singkat selama 1.5 sudah terlihat hasil kerja beliau, berikut salah satu bukti keberhasilan beliau
Ini 8 Fakta Gerak Cepat Jokowi
Readmore: http://bit.ly/1ipadNu
APBD DKI tembus Rp 72 triliun, Menkeu puji Jokowi
Readmore: http://bit.ly/1kpQEnx
“Rakyat Indonesia” iri kepada rakyat Solo dan Jakarta karena pernah di pimpin oleh beliau, Siapa yang tidak ingin di pimpin oleh sosok pemimpin seperti beliau? Karena beliau terkenal dengan “BLUSUKAN” sebagian orang (Dibaca: orang yang tertutup hatinya) menilai blusukan tersebut hanya pencitraan semata. Fikirlah dengan akal sehat untuk apa pencitraan selama bertahun-tahun memimpin Solo dan Jakarta hanya untuk pencitraan? jika memang beliau melakukan pencitraan dengan blusukan mungkin beliau hanya akan blusukan pada saat kampanye mulai dekat untuk menarik simpati masyarakat.
Lebih baik di pimpin oleh sosok yang sederhana, merakyat, dekat dekat rakyat atau di pimpin oleh sosok yang terkenal keras dan waktu bertahun-tahun hanya di habiskan untuk nongol di TV?
Kita tunggu pilihan anda di 9 Juli yang akan datang