Yang Terlupakan dari Facebook Ads (Beriklan di Facebook)

Facebook Ads dan Google Ads adalah saran pemasaran online yang sedang digemari oleh para pebisnis online.
Pertumbuhan bisnis online atau interaksi digital sangat tinggi, khususnya di Indonesia.

Bisa dilihat pada gambar berikut, bahwa pada tahun 2015 saja sudah sperti itu banyaknya.
Kalau kita sedikit berhitung :
Akun Aktif Sosial Media / Total Populasi
72 Juta / 255,5 Juta
Itu berarti sekitar 28% Sudah menggunakan sosial media sebagai sarana berinteraksi.
Itu tahun 2015, bagaimana dengan tahun 2017?

Meningkat dari 72 Juta menjadi 143 juta dalam 2 Tahun.
Ini berarti tumbuh 98% dari 2 tahun sebelumnya.
Mungkin anda sudah bosan disajikan data seperti itu,
Kalau asumsi saya benar, anda yang membaca ini tentu sedang dalam gairah berbisnis online.
Atau lebih dari itu, anda adalah seorang pebisnis online pemula yang masih haus akan info dari Facebook Ads.
Baiklah, saya akan langsung ke Judul bahasan :
Yang Terlupakan dari Facebook Ads (Beriklan di Facebook)
Untuk anda yang masih mencari cari info seputar bisnis online, atau pemasaran Internet, anda mungkin lupa akan beberapa hal ini :
Pertama, Facebook Ads Bukan Bisnis
Bisnis ya bisnis, anda punya barang, terjual, dapat keuntungan dan berulang.
Itu esensinya dari berbisnis, dan itu siklus standar dari bisnis.
Mindset yang perlu anda pegang adalah
Facebook Ads bukan Bisnis
Kalau anda belajar Facebook ads, anda TIDAK SAMA dengan belajar bisnis !
penting untuk dicatat dan diresapi maknanya,
Kita ambil contoh kasus :
Anda punya produk Baju Gamis kemudian anda mulai mengambil foto produk dan memasarkannya melalui facebook ads.
Kemudian anda mulai memilih objective menentukan Interest, menentukan budget.
kemudian baru masuk ke persiapan bahan iklan (Ads Content) : Copy writing, image, Call to Action
Setelah dirasa cukup, anda mulai menjalankan iklan tersebut.
Setelah sehari, anda monitor dashboard Facebook Ads, menunjukan hasil yang kurang bagus,

Apa yang anda lakukan?
Anda mengganti Targetting, Interest, bid, Ads Copy, mengganti Image, merubah Call to Action Button, dan sebagainya
Kemudian anda jalankan lagi, dan masih juga belum menghasilkan hasil yang memuaskan.
Apa yang harus anda evaluasi?
Kalau anda yang masih minim pengalaman berbisnis via Facebook Ads, maka anda akan bilang :
“Targetting-nya kurang pas !”
atau
“Salah pilih objective !”
Atau kalau anda masih cukup awam tapi baru tau ilmu baru anda akan berbicara :
“Algoritma Facebook Berubah ubah !”
Oke, Cukup !
Kita tahan dulu, dan masuk ke bab 2
Kedua, Facebook Ads Tidak Salah
dari kasus di Bab 1, kita semua tau bahwa (secara garis besar) subjek masalah anda ada di Facebook Ads
Apakah Facebook Ads Salah?
Analoginya begini :
Toyota memproduksi Mobil Kijang Innova,
Kemudian anda membayar dan menggunakannya,
Setelah itu anda menabrak dan akhirnya menyebabkan kerugian materiil.
Siapa yang salah?
Apa anda akan menyalahkan Mobil baru tersebut?
Atau memang anda-nya yang tak mampu mengendarainya?
Anda berkilah dengan statement :
“Itu Mobilnya, remnya kurang pakem”
Kira kira siapa yang akan ditertawakan?

Sedikit saya mengutip website bisnis Forbes seputar update Facebook Ads :
Facebook is going to increasingly prioritize posts in newsfeeds that come from users’ friends and family members — in other words, posts made by other individual users on the platform.
dan perhatikan ini :
This update is a way to get back to its roots, and provide more content from friends and family, while decreasing content reach from brands and commercial entities.
Kesimpulannya adalah, Facebook Ads tidak berubah pada sistem algoritma-nya, melainkan Facebook Organic yang memperbarui-nya
Facebook ingin kembali ke esensi dari pembuatannya, yaitu interaksi antar sesama ‘manusia’.
Anda masih mau menyalahkan Facebook untuk ketidak berhasilan anda beriklan?
Coba evaluasi kembali.
Ketiga, Produk !
Produk adalah bagian inti dari sebuah bisnis.
Dasar ilmu marketing, kita mengenal 4P bahkan ada 8P untuk bisnis jasa
Product — Price — Promotion — Place
Ya, produk ada pada posisi pertama ! dan selalu pertama

Apapun bisnis anda, produk anda adalah hal utama
Kalau produknya buruk namun masih ada pembeli gimana?
Dalam berbisnis kita kenal Retention rate
Kita akan bahas itu nanti. Insya Allah
Oke, balik lagi ke Produk !
Evaluasi tidak hanya pada iklan anda, campaign Facebook Ads anda,
Tapi juga coba cek Produk anda !
dan banyak hal lainnya, seperti :
- Produk
- Timing
- Desire
- dll
Momentum juga merupakan hal penting dalam berbisnis :
apakah produk anda merupakan produk yang banyak peminatnya seperti : Alat kesehatan, atau mungkin Fashion, Kebutuhan rumah tangga, dll
Kembali ke poin awal, sekali lagi Facebook Ads bukan bisnis !
Jadi lakukan evaluasi sampai hal hal yang ada di luar Facebook Ads.
Kesimpulan
Kalau Facebook ads bukan bisnis terus apa?
Dia hanya sarana pemasaran untuk memasarkan bisnis anda !
Albert Leonardo, Pebisnis online, Facebook Marketing Expert, menghabiskan banyak waktunya untuk mencari Desain Kaos / produk yang tepat !
Proporsi yang digunakan untuk mencari produk terbaik, atau membuat produk terbaik, lebih banyak dibandingkan belajar mengiklankannya.
Semoga artikel ini bermanfaat !
Salam,
Willy Pujo Hidayat
Digital Marketing Specialist at LabFriend Indonesia
Owner abkoorma.com
