Hari ini belajar apa? #11

Another sum of daily-life points.

Windhy Monica
Jul 20, 2017 · 2 min read
  1. Semakin tinggi cita-cita yang ingin dicapai, semakin banyak yang harus dipelajari, semakin lama waktu berprosesnya, dan semakin banyak pula halang rintang yang menghadang. Trust and enjoy the journey. No pain, no glory, no party.
  2. Selanjutnya bila satu cita-cita sudah tercapai, jangan harap tugasmu belajar selesai. Terus leyeh-leyeh, ena-ena. Karena hidup adalah sebenar-benarnya proses belajar itu sendiri. Selama masih hidup, ya berarti masih belajar. Kalo masih hidup tapi sudah merasa pintar, lalu jadi bosan belajar, nanti jiwa manusiamu yang mati.
  3. Inti dari dua poin di atas: “Arrohatu fil jannah”, waktu istirahat adanya di Surga.
  4. Jangan menunggu dikasih. Kalo bisa malah memberi. Setidaknya ini upaya menghindarkan diri dari “pangkat tinggi tapi mental rendahan”.
  5. Urip iku mung sawang sinawang, mula aja mung nyawang sing kesawang. Artinya mungkin kurang lebih, dalam hidup, kita selalu melihat (keadaan) orang lain (dan kemudian membandingkannya dengan keadaan yang kita jalani). Sepertinya enak hidup begitu, menjadi itu, berada di posisi itu, bla bla bla… tapi kita tidak mempertimbangkan perjuangan dibaliknya, pengorbanannya, jerih payah usahanya. Ya pantas saja, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. I know its hard to turn this piece into something more motivational. Ingat-ingat saja, Tuhan akan selalu mencukupi kebutuhan kita jika mau berusaha. Ingat, cukup. Jadi ketika merasa kurang, tandanya belum bersyukur. Ketika merasa lebih, tandanya diminta tidak sombong (aplikasinya bisa dengan berbagi atau sedekah, dsb)
  6. Yen wis teko titi wanci ne Gusti Allah, ora bakal mundur sedetik maju sewengi. Allah telah menuliskan ketetapan segala sesuatu dalam Lauh Mahfuzh yang ada disisiNya. Bila sudah datang waktunya, baik itu masalah nasib rejeki, jodoh, kematian, dll; tidak akan terlambat atau terlalu cepat meski sedetikpun.
  7. Financial thing is an important thing, very important one. But it doesn’t exist for forever. It can buy everything, but, don’t you want to be defined by nominals, do you?
  8. Jangan menggantungkan perubahan diri sendiri kepada campur tangan orang lain. Takutnya perubahan yang terjadi cuma efek ketergantungan. Kalo orang lain yang berpengaruh ini hilang jadi rebound. Jadilah lebih baik karena memang diri sendiri butuh.

Special thanks to @rahmarestia dan dr.TYP yang sudah berbagi ilmu-ilmu kehidupannya berjam-jam, nyesel ga direkam :’(

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade