Kenapa harus nulis?
Oke post ini akan menjawab seluruh pertanyaan ke aku seputar “lho kamu punya blog?” “lho kamu nulis?” “ngapain nulis?” bahkan pernyataan “kurang kerjaan ta nulis”
well, aku sendiri mulai nulis sejak SMA kelas 1, nulis di sebuah blog. pada jaman itu emang lagi rame-rame nya blog, temen-temen ku pun rata-rata punya blog dengan isian yang macem-macem. ada yang tentang diary mereka, ada yang tentang pemikiran mereka, ada yang tentang mimpi-mimpi mereka. Aku sendiri disitu nulis tentang pemikiran-pemikiran ku, retorika-retorika yang lewat di pikiran ku dan gak tau harus aku keluarin ke sapa, dan semacam nya. I found that writing is very interesting. haha. ini aku coba sebutin kenapa kok enak
- dengan menulis aku bebas
mantap banget kata-kata nya, dengan menulis aku bebas. Disini aku bebas mau nulis apa aja, apa yang lagi ada di pikiran ku, tanpa nyakitin hati orang, tanpa mikir kalo dibaca ini gimana ya dsb (well, kecuali emang tulisan mu bener-bener untuk publik). Toh kalo emang tulisan mu dibaca publik pun lama-lama kita terbiasa membuat tulisan yang enak namun kita nya tetep membebaskan pikiran kita ahaha
2. lebih menemukan arti dari apa yang terjadi (filosofis?)
untuk yang ingin membuat tulisan kayak diary atau pemikiran-pemikiran kayak medium ku biasanya ini sering dirasakan, hal-hal yang terjadi didepan kita akan lebih kita amati, akan lebih kita fikirkan, penyebab nya, dampak nya, sebagai contoh post ku tentang pion catur bagaimana aku membuat tulisan yang dihubungkan ke kehidupan sehari-hari dari bermain catur, bahkan penulis seperti Raditya Dika pun untuk membuat tulisan nya dia jelas mengartikan apa yang terjadi sehari-hari nya lebih, namun dibawa ke arah komedi (karena dia penulis komedi). asik kan? :)
3. lebih menemukan sisi menarik dari hidup
Setelah kita lebih mengartikan apa yang terjadi di depan kita. Sebagai penulis kita otomatis terbiasa untuk memikirkan ‘hal-hal menarik’ apa sih yang akan aku tulis, apakah aku harus menulis semua cerita ku? hmm ini juga aku masih belajar sih, tapi seru. Misalkan kita ingin membuat tulisan mengenai libur lebaran kita. Jelas tidak mungkin kita menulis semua yang terjadi, kita pasti memikirkan klimaks dari cerita dimana dan membuat tulisan agar mengarah ke klimaks tersebut. Dengan ini dalam menjalani kehidupan kita pun terbiasa mencari klimaks klimaks (sisi menarik) dari kehidupan supaya bisa jadi bahan tulisan lagi :D
4. cara paling cerdas untuk galau
nah kalo ini juga gak kalah asik, meskipun beberapa orang menganggap galau terus nulis ini adalah kegiatan yang “iyuh” banget atau malah terkesan “lemah”, aku malah menganggap ini adalah cara cerdas untuk galau. Sejak dulu menulis menjadi andalan ku kalo lagi galau, blog ku pada saat itu menjadi listener ku paling setia haha. weird huh? karena bagi ku blog ku adalah satu-satu nya listener yang paling netral dan tidak berpihak. yang paling bahaya dari galau adalah aksi yang akan kita lakukan, kebiasaan kita pada saat galau adalah cerita ke orang lain. dan aku sendiri sebenernya jarang percaya sama orang lain ahaha. Namanya manusia yaa.. gak pernah netral, dan selalu berpihak. saat kita cerita ke orang lain, mereka selalu menyarakan kan kita solusi supaya lepas dari kegalauan dan terkadang solusi tersebut sebenernya gak pas tapi karena kita percaya mereka kita menjadi mendengarkan mereka dan aksi kita sesuai dengan mereka. Thats why aku lebih prefer nulis di blog, meskipun tulisan ku gak memberikan solusi ke aku tapi at least tulisan ku tidak mempengaruhi aku kemana-mana dan aku tetap di dengarkan ahaha weirdo
thats all, aku gak ngerti tulisan ini bagus apa gak. yaa namanya juga belajar ahaha. semoga tulisan ini bisa bikin kalian nulis juga :D
“aku menulis maka aku bebas”