#Samyang — Week 2 Weekly Report Log

Almost Did Nothing in Current Week

Minggu ini, merupakan minggu terberat dengan kegiatan sehari-hari yang sangat sibuk. Parahnya, selama minggu ini, saya sangat sibuk pada hal-hal yang tidak berkaitan dengan matakuliah PPL, tetapi tetap merupakan tanggung jawab yang harus saya jalani sebagai mahasiswa. Saya selama minggu ini sibuk mengerjakan tugas-tugas matakuliah selain PPL yaitu Grafika Komputer dan Analisis Numerik. Kedua matakuliah tersebut sama-sama memiliki tugas yang sulit dan berat dengan waktu pengerjaan tugas yang diberikan sejak tugas tersebut dirilis hingga deadline yang pendek( sekitar 1 minggu lebih waktu yang diberikan). Sekarang kedua tugas tersebut sudah di-submit sebelum deadline, menandakan berakhirnya pekerjaan kedua tugas tersebut. Tidak banyak yang telah saya lakukan dalam minggu ini yang dapat membantu pengembangan perangkat lunak, tetapi tetap ada yang dapat saya sampaikan lewat tulisan ini

What’s Done

Kemarin hari Rabu, saya sempat membuka halaman web TWIKI yang dapat diakses pada :

Pada halaman web tersebut saya telah mencoba menge-eksplor, mencari tahu tentang “apa itu TWIKI ?” (karena belum pernah dengar dan tahu tentang TWIKI), cara penggunaan layanannya, membaca sedikit informasi tentang TWIKI, dan berhasil membuat account serta melakukan pengunduhan suatu package yang mungkin dapat saya dan kelompok saya gunakan dalam software development. Jujur saja, saya masih belum terlalu paham tentang cara penggunaan TWIKI , saya pernah mengakses halaman TWIKI yang memberikan crash course :

About Class Session

Pada minggu ini, ada dua sesi kelas PPL yang bersifat Lecture yang dilakukan oleh tamu yang diundang fakultas. Saya akan mencoba menuliskan apa yang saya dapat dari kedua sesi kelas tersebut dan juga menyampaikan pendapat saya dari apa yang saya dapat.

Guest Lecture 1 : Clean Code, Software Architecture

Pertama tentang sesi kelas hari Rabu siang kemarin. Saya diajarkan di kelas bahwa dalam pengembangan perangkat lunak, program yang bagus dibuat dengan susunan tulisan kodingan yang sedemikian agar selain program tersebut dapat berjalan , tulisan kodingan program tersebut dapat “Menjelaskan dirinya sendiri” sehingga dapat menjelaskan dibuat untuk apa, fungsi dan method yang dimiliki, behavior-nya, dan aspek-aspek lainnya yang dimiliki dan dapat dibaca dengan mudah oleh pengembang perangkat lunak. Program harus ditulis demikian untuk mempermudah identifikasi bug dan error, mempermudah perbaikan program, dan tetap mendukung pengembangan program tersebut agar tetap bernilai dalam bisnis. Program dapat bernilai mati jika memiliki susunan kode yang rumit (Bad code) sehingga tidak atau kurang mendukung pengembangan program tersebut. Jadi

Dari apa yang saya dapat pada sesi kelas ini, saya merasa bahwa pembuatan program seperti yang dijelaskan merupakan suatu tantangan tersendiri yang mungkin tidak mudah. Saya sampai sekarang masih belum dapat membuat program dengan algoritma yang efektif dan efisien. Memikirkan algoritma yang efektif dan efisien saja sudah cukup sulit , apalagi menuliskan kodingan yang masih dapat dibaca pada program. Untuk permasalahan ini saya masih belum mendapat solusi.

Guest Lecture 2: Unit Testing, Continuous Integration (CI)

Sesi kelas PPL hari ini memberikan banyak pencerahan tentang testing dalam software development. Di kelas, saya diajarkan sedikit tentang Software Quality dan tentang software quality assurance. Software quality adalah ukuran seberapa mampu software yang dibuat tersebut memenuhi kebutuhan customer yang memakainya. Saya juga diperkenalkan dengan automation testing, yaitu pengujian fitur-fitur pada software yang dilakukan oleh program didesain untuk menguji fitur-fitur tersebut. Automation testing dilakukan untuk menghindari error atau kesalahan dan time cost yang tinggi dalam pengujian secara manual, terutama untuk pengujian fitur-fitur yang rumit dan kompleks. Di kelas, juga diperkenalkan RobotFramework dan Jenkins yang dapat digunakan untuk automation testing.

Saya sejujurnya sangat terkesan dengan Robot Framework dan Jenkins. Untuk pendapat tentang sesi kelas ini tidak banyak yang dapat saya sampaikan. Saya cuma bisa berterima kasih pada tamu yang mau mengajarkan dan membagi ilmunya agar dapat saya gunakan kelak di dunia kerja.

End of Report

Itu saja yang dapat saya sampaikan dalam tulisan ini. demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada salah penulisan dan terima kasih sudah membaca postingan blog ini. Salam.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.