Intro Harta Haram Muamalat Kontemporer

Mindmap: Intro Harta Haram Muamalat Kontemporer

Download mindmap versi PDF di sini (198 KB)

Definisi

Harta Haram adalah setiap harta yang didapat dari jalan yang dilarang syari’at.

Muamalat adalah hukum syari’at yang berkaitan dengan hubungan manusia satu dengan yang lainnya.

Urgensi

Akan datang suatu masa, orang-orang yang tidak peduli dari mana harta dihasikannya, apakah dari jalan yang halal atau dari jalan yang haram” — HR. Bukhari.

Orang-orang tersebut dikelompokkan menjadi 2:

Kelompok pertama: sebagian manusia tidak pernah peduli akan kaidah rabbani untuk mencapai tujuan harta. Permasalahannya ada pada akidah, menjadikan harta sebagai tuhannya dan tidak mengindahkan peraturan Allah.

Mereka tidak meyakini rezeki mereka berasal dari Allah. Mereka mengira pencapaian-pencapaian dunianya murni karena keahlian mereka.

“Karun berkata: Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku” — QS Al-Qashah: 78
“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya” — QS. Al-Ankabut: 17

Kelompok kedua: sebagian manusia yang memiliki hati yang peka, akan tetapi karena tidak mengerti dan mempelajari ketentuan Allah tentang muamalat, kelompok ini –mau tidak mau– akan melanggar syari’at Allah saat mengumpulkan hartanya karena ketidaktahuannya.

“Barang siapa yang melakukan perniagaan sebelum mempelajari fiqh (muamalat) dia akan terjerumus ke dalam riba, dia akan terjerumus dan terjerumus” (Dinukil oleh Abu Layts, Tanbih Al Ghafilin, hal. 364)

Dampak Harta Haram Terhadap Pribadi dan Umat

1. Perbuatan mendurhakai Allah dan mengikuti langkah syaitan. Efek dari ini adalah merusak diri, jasmani, rohani dan akal pikiran. Perintah hanya boleh makan makanan yang halal, cek Al-Baqarah: 168.

2. Ada kaitan yang sangat erat antara mengkonsumsi makanan yang halal dengan amal shalih. Jasad yang tumbuh dari makanan yang haram tidak bergairah mengerjakan amal shalih. Menjadi malas beramal shalih dan tidak merasakan kenikmatan beribadah. Ini adalah petaka dahsyat terhadap setiap pribadi yang merindukan kedekatan dengan Maha Pecipta. Cek Al-Mu’minun: 51 tentang perintah mencari harta yang halal.

3. Ciri khas kelompok mayoritas Yahudi (cek Al-Maidah: 62). Masyarakat yang rusak dan hancur di masa itu. Ciri khasnya adalah mayoritas kelompoknya sangat suka memakan harta haram dalam bentuk sogok dan riba.

4. Mengkonsumsi harta haram pada hakikatnya memasukkan api neraka ke dalam perut. “Sesungguhnya tidaklah tumbuh setiap daging yang diberi asupan makanan yang haram melainkan nerakalah yang berhak membakarnya” — HR Ahmad dan Tirmidzi, disahihkan Al-Albani.

5. Doa tidak dikabulkan. Shalat, sedekat, zakat dan ibadah pokok lainnya tidak diterima.

6. Penyebab kehinaan, kemunduran serta kenistaan umat Islam saat ini. “Bila kalian melakukan transaksi ribawi, tunduk dengan harta kekayaan (hewan ternak), mengagungkan tanaman dan meninggalkan jihad niscaya Allah timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dijauhkan dari kalian hingga kalian kembali kepada syariat Allah (dalam seluruh aspek kehidupan kalian” — HR Abu Daud, dishaihkan oleh Al-Albani.

7. Penyebab datangnya bencana yang silih berganti karena dosa-dosa yang dilakukan manusia, diantaranya memakan harta haram. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” — Asy-Syuura: 30

Faktor Penyebab Sebuah Muamalat Diharamkan

1. Zhulm

Dalam bahasa arab berarti menempatkan bukan pada tempatnya. Menurut istilah adalah mengerjakan larangan serta meninggalkan perintah Allah. Perbuatan yang melampaui ketentuan syariat adalah perbuatan zalim yang diharamkan, baik dengan cara menambah atau mengurangi.

Lawan dari kata Zhulm adalah Adl yang berarti Adil.

2. Gharar

Dalam bahasa arab berarti risiko, tipuan dan menjatuhkan diri atau harta ke jurang kebinasaan. Menurut istilah adalah jual-beli yang tidak jelas kesudahannya.

Sebagai contoh, “Aku jual barang yang ada di dalam kotak ini kepadamu dengan harga Rp100.000″ Penjual tidak menjelaskan isi kotak dan pembeli tidak tahu fisik barang yang berada di dalamnya.

Akad ini mengandung spekulasi (untung-rugi). Bila pihak satu mendapat keuntungan, maka pihak yang lain mendapat kerugian.

3. Riba

Dalam bahasa arab berarti bertambah. Segala sesuatu yang bertambah dinamakan riba. Menurut istilah adalah menambahkan beban kepada pihak yang berhutang, atau menambahkan takaran saat melakukan tukar menukar 6 komoditi (emas, perak, gandum, sya’ir, kurma dan garam) dengan jenis yang sama.

Solusi

1. Contoh terdahulu, pada zaman Umar bin Khattab sampai abad ke-8 Hijriyah.

Umar mengutus para petugas ke pasar-pasar untuk mengusir para pedagang yang tidak mengerti hala-haram dalam hal jual beli.

Memerintahkan para penguasa untuk mengumpulkan pedagang dan orang-orang pasar, lalu diuji satu persatu tentang fiqh muamalat. Bila ia paham, orang tersebut dibolehkan masuk pasar.

Pedagang yang kuat memegang agama wajib didampingi oleh ahli fiqh muamalat yang bertakwa untuk diajak bermusyawarah.

2. Contoh terdahulu, peran istri para salaf berperan penting untuk mengingatkan suami mereka setiap akan keluar rumah untuk mencari nafkah.

3. Meningkatkan kesadaran umat Islam untuk mempelajari fiqh muamalat.

4. Hukum asal setiap maumalat adalah halal kecuali bila terdapat larangan dari Al-Qur’an dan Hadis. Pada dasarnya setiap jual-beli hukumnya boleh, kecuali terdapat larangan dalam akad tersebut. Selama dalam akad tidak terdapat unsur kezhaliman, gharar dan riba.

5. Bertaubat jika sudah terlanjur. (InsyaAllah akan ada bab tersendiri terkait taubat dan teknis cara “membersihkan” harta haram yang sudah terlanjur).


Disclaimer:

Catatan ini dibuat sebagai pemantik saja agar kita semua memberikan perhatian khusus akan hal ini. Catatan ini sangat mungkin memiliki banyak kekurangan. Jika rekan-rekan yang berkeinginan mempelajarinya lebih jauh, direkomendasikan untuk membaca bukunya langsung dan beberapa buku fiqh lainnya yang sejenis.

Saya merasa perlu membagikan catatan ini untuk rekan-rekan yang belum sempat membaca bukunya secara langsung, karena topiknya sangat fundamental: mengenai harta-harta yang akan masuk ke dalam tubuh kita dan akan menjadi daging.

Semoga Allah lindungi tubuh kita dari masuknya harta-harta yang haram.

Lihat juga: Serial Khowatir Qur’aniyah (Kunci Memahami Tujuan Surat-surat Al-Qur’an)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.