Tempat Menulis.

Halo, Medium!

Sebenarnya saya punya beberapa platform menulis sih yang dibuat dengan visi dan misi tertentu.

Pertama ada blogspot. Ada dua akun. Satu akun, satu mantan. HAHAHA. Ini yang paling tua karena sudah dibuat sejak kuliah. Isinya cuma puisi-puisi jenik remah-remah masa kuliah yang dibumbui asmara. Masa-masanya seneng banget sama Aan Mansyur (sekarang juga masih, sih). *halah* Sekarang udah jarang banget diisi, karena udah ndak pernah galau-galauan percintaan. Apakah karena ku sudah menjadi dewasa dan semakin tak peka? Selain juga karena templatenya udah moncar-mancir dan saya males otak-atik coding-nya — red, nga paham. Makanya dibiarin gitu aja.

Kedua, ada tumblr. Baru dibuat beberapa hari lalu karena merasa ingin menulis kalimat-kalimat manis lagi. Karenanya sering melihat eminusdoleo-nya Mas Arman Dhani idolaqu.

Ketiga, Medium ini. Rencanaya sih, ini Medium bakal saya isi dengan daily lyf. Lebih tepatnya work life. Iyah. Kan saya anak ahensi. Harus memantapkan eksistensi dengan hestek #ahensilyf dong. LOL.

BTW, sekarang lagi lembur. Nggak juga sih, males pulang juga. Jadi sekalian minta OB beliin makan. Sedih ya, yang kesepian di kosan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.