Tips yang sangat bermanfaat.
Saya tadinya juga termasuk mereka yang tidak begitu paham etika dalam berkirim e-mail. Lalu sedikit demi sedikit belajar dari kolega, klien, dan customer service (LOL). Jadi ketika mas bertanya apakah hal seperti ini tidak diajarkan di sistem pendidikan kita, ya, memang.
Sebagian besar masyarakat Indonesia yang sekarang punya akses ke teknologi ‘tidak melalui’ masa-masa ketika e-mail masih umum digunakan dalam percakapan personal dan profesional. Perlu diakui, kebanyakan baru melek teknologi ketika era smartphone, yaitu saat media komunikasi seperti instant messaging dan social networking sites sudah lebih populer.
Orang-orang ini tidak sempat terpapar apalagi teredukasi tentang ‘formalitas’ sebuah e-mail dan langsung disuguhi kemudahan berkirim pesan instan. E-mail hanya dilihat sebagai media berkirim arsip.
Ini bukan berarti saya membenarkan perilaku mereka, ya, hahaha. Sekadar berbagi sudut pandang lain sebagai orang yang juga pernah “seenaknya” dalam berkirim e-mail.
Cheers!
