Bakat Menggonggong — Dea Anugrah
Kau jangan mati dulu, besok kuceritakan yang lebih menarik.

Alasan membaca:
- Saya belum pernah membaca karya Dea Anugrah.
Plus:
- Perubahan sudut pandang yang sangat menarik di beberapa cerita.
- Ditulis dengan gaya bercerita yang berbeda-beda, sehingga tidak membosankan.
- Cerita pembuka, “Kemurkaan Pemuda E”, sangat lucu dan dinarasikan dengan unik.
Minus:
- Ada beberapa cerita yang kurang memorable.
- Saya kurang suka cerita berisi tokoh yang kasar terhadap binatang, seperti di cerita “Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu”.
Cerpen favorit:
- Penembak Jitu
- Tamasya Pencegah Bunuh Diri