Bakat Menggonggong — Dea Anugrah

Kau jangan mati dulu, besok kuceritakan yang lebih menarik.

Mojok (2016), 113 halaman

Alasan membaca:

  • Saya belum pernah membaca karya Dea Anugrah.

Plus:

  • Perubahan sudut pandang yang sangat menarik di beberapa cerita.
  • Ditulis dengan gaya bercerita yang berbeda-beda, sehingga tidak membosankan.
  • Cerita pembuka, “Kemurkaan Pemuda E”, sangat lucu dan dinarasikan dengan unik.

Minus:

  • Ada beberapa cerita yang kurang memorable.
  • Saya kurang suka cerita berisi tokoh yang kasar terhadap binatang, seperti di cerita “Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu”.

Cerpen favorit:

  • Penembak Jitu
  • Tamasya Pencegah Bunuh Diri