Yahya Haytsam
Aug 8, 2017 · 1 min read

Apakah manusia bisa lepas dari kesubjektivitasan; menentukan ini dan itu hanya berdasarkan sekumpulan indikator dan lingkaran algoritma tertentu?

Jika ya, apakah yang membedakan manusia dengan yang bukan manusia?

Jika tidak, apakah ketika manusia berusaha mendekati keobjektivitasan, secara bersamaan ia menjauhi juga sisi kemanusiaan?

Jika ya, apakah yang kemudian membedakan manusia dengan seperangkat mesin supracanggih?

Aku heran, siapakah kita untuk menentukan apa yang penting dan apa yang tidak penting, apa yang harus dan apa yang tidak harus bagi orang lain.

Siapakah kita; untuk menentukan siapa yang pantas dan siapa yang tidak pantas.

Hey,
barangkali aku belum tahu,
atau tidak juga diperlukan untuk tahu. Tidak apalah, tidak semua ilmu menyenangkan untuk dicari tahu.