Dek, kamu tau bagaimana rasanya kehilangan kakak. Dan aku tau bagaimana rasanya kehilangan adek. Maka tetaplah disampingku agar kita tak akan kehilangan untuk yang kedua kalinya.

Cobalah menyamankan diri pada kakakmu yang kekanakkan ini. Jadilah seperti Fachri yang mendongeng sepuasnya sebelum akhrinya kita terlelap menikmati mimpi. Bukan ingin mencampuri hidupmu, bukan pula ingin tau semua urusanmu. Kau tau, kakakmu ini pencemburu yang ulung, kakak cemburu pada setiap orang yang dekat denganmu. Bukankah sekarang ini kamu masih milikku?

Biarkan waktu yang akan membawamu pada calon imam mu nanti, tapi untuk saat ini nyamankan dirimu menjadi adeknya kakak dan Ozie. Nyamankan dirimu untuk tetap menjadi putri kecilnya mama, yang tak pernah malu mengecup pipi papa.

Dek, carilah kenyamanan dirumah, karena rumah tak pernah berpura-pura…

Like what you read? Give yayulauma a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.