Kau tau, aku takut jatuh cinta. Karena jika pada akhirnya pun kita punya rasa yang sama, kita sudah salah. Benar-benar salah. Karena pada hakikatnya jalan kita berbeda.

Tenanglah, aku berusaha akan tetap ada. Jika kau sekedar butuh sedikit tawa untuk penatnya dunia. Jika kau butuh pendengar untuk setiap kisah cinta. Jika kau butuh sandaran untuk rasa kecewa.

Aku ada tapi bukan untuk buatmu bahagia. Aku hanya penghapus luka sementara. Hingga akhirnya kau tau dimana arah keteduhan pohon yang rindang berada. Dan keanggunan semilir angin yang masuk lewat celah jendela. Iya tempatmu pulang untuk keluarga.

Rumah…

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.