Tidak Berbakat

Sedang merasa gagal dan kecewa. Ini sudah yang kedua kalinya. Saat ini hampir dipastikan sudah tidak ada lagi kesempatan. Saat ini tinggallah penyesalan. Sudahlah, memang aku tidak berbakat dalam hal apa pun. Sulit meraih apa-apa yang diimpikan. Seperti sia-sia, entahlah. Sejujurnya hal itu adalah salah satu yang ingin aku lakukan selama aku berkuliah di kampus ini.

Kata seorang teman, yang kita inginkan belum tentu yang kita butuhkan atau baik untuk kita. Dia yang paling tahu mana yang terbaik. Mungkin juga Dia ingin kita lebih dekat, berlama-lama bercerita.

Menegakkan kepala hari ini tidak semudah hari kemarin. Melangkahkan kaki hari ini tidak lagi seringan kemarin. Memang mungkin aku kurang berusaha atau memanglah benar aku tidak berbakat. 
 
 .

.

.

.
 
 Atau yang paling parah mungkin karena aku lupa untuk melibatkan-Nya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.