Saham Untuk Orang yang Belum Pernah Beli Saham

Apa yang salah menjadi dewasa? Rasanya bukan salah tetapi terasa serba salah. Tuntutan yang makin gila, semua orang berhasil dengan cita-cita juga cintanya. Kami yang merasa terpinggir makin terasa ada yang salah.
Satu hal yang paling terasa, hari libur terutama Sabtu-Minggu yang terasa sungguh sulit dipercaya, hening, sepi hingga Senin.
Satu hal yang terpikir, bagaimana memaksa diri untuk lebih produktif dibanding hanya berbaring di singgahsana, menyandarkan punggung pada gravitasi kasur yang sungguh kuat.
Saat ini lagi berpikir, bagaimana caranya menghasilkan uang lebih. Karena biasanya yang pas-pasannya lebih sering terpakai untuk makan di gofood. Akibat voucher yang sungguh sayang bila tidak digunakan.
Akhirnya memutuskan untuk menulis ulang di halaman pribadi biar keinget terus, yakni saham. Udah hampir setahun padahal udah daftar IPOT sama udah punya RDN. Ngikutin bigalpha, ngertisaham, dan lain sebagainya.
Tapi jadi lupa lagi karena gak pernah ngotak-ngatik, ribet cuy. Sekarang cuma punya sukuk aja karena yaudahlah ditinggal karena Cuma ikut-ikutan buat bantu negara hehe.
Berikut saya kutip dari thread BigAlphaID buat belajar lagi gimana memulai investasi saham.
1. Gunakan uang ‘dingin’ alias uang yg gak akan dipake dalam waktu dekat. Dana darurat, uang buat bayar spp semester depan, uang emergency, itu bukan ‘uang dingin’.
2. Kalau dananya udah ada, langkah selanjutnya adalah buka rekening saham di perusahaan-perusahaan sekuritas. Sama kayak nabung di bank, kita harus buka rekening bank kan? Beli saham juga kayak gitu, kita harus buka rekening di perusahaan sekuritas. (Kalau saya buka via IPOT coba cari aplikasinya di appstore atau playstore)
3. Ini bisa jadi referensi buat cari sekuritas ya https://bigalpha.id/2018/02/01/delapan-tips-memilih-perusahaan-sekuritas-broker-saham/
4. Trus, di apps perusahaan sekuritas yg udah kita install tadi, cari saham yg pengen kita beli. Cari empat digit kode saham (ticker) saham incaran kita. Contoh : BBRI (Bank BRI), TLKM (Telekomunikasi Indonesia), UNVR (Unilever), ASII (Astra International), dll. Ada sekitar 600 emiten (perusahaan terdaftar di bursa) yg kita bisa beli sahamnya. Ada 600 kode saham, pilih aja yg kita mau.
5. Minimal beli saham di bursa itu adalah 1 lot = 100 lembar. Jadi misal, kamu pengen beli saham TLKM. Tadi sore harganya Rp3.520 per lembar. Minimal yg kamu beli itu 1 lot : 100 lembar, atau seharga Rp3.520 x 100 = Rp352.000.
6. Oia, kami juga menulis ebook kuartalan berisi 20 emiten yg kami anggap undervalue. Anda bisa mendapatkannya disini: https://bigalpha.id/ebook-kuartalan/
7. Untungnya beli saham itu dari mana? Ada dua sumber
1. Dividend
2. Capital Gain
8. Dividend itu pembagian keuntungan yg dilakukan perusahaan. Misalnya di tahun 2017, perusahaan yg kita beli, mencetak laba gede di tahun 2017. Dia mau bagi2 dividend ke pemegang sahamnya, yauda kita kebagian.
9. Dividen itu satuannya rupiah per lembar saham. Jadi gak mesti punya banyak, mau punya 1 lot pun, tetap kebagian dividen. Contoh : dividennya Rp150 per lembar, kita punya 1 lot. Ya dapet nanti Rp150 × 100 = Rp15.000. Langsung dikirimin ke rekening saham kita.
10. Potensi keuntungan kedua : capital gain. Ketika sahamnya kita beli, harganya sudah naik. Misal, pas kita beli TLKM harganya Rp3.520 per lembar. Eh, 1 tahun kemudian naik jadi Rp5.000 per lembar. Kita jual. Selisih dari harga jual — harga beli ini namanya capital gain.
