Sebagai Android Beginner harus mulai dengan Java atau Kotlin?

“Jika saya ingin belajar mengembangkan aplikasi Android, apakah saya harus mulai dengan Java atau Kotlin?”

Pertanyaan ini cukup banyak muncul di komunitas dan sekarang saya akan mencoba menjelaskannya di sini. Untuk menjawabnya, saya telah melihat berbagai artikel, post, dan pendapat dari beberapa android developer dan mencoba merangkumnya secara keseluruhan. Artikel ini lebih mencerminkan apa yang para developer pikirkan daripada pendapat saya sendiri. Saya tidak cukup berpengalaman untuk memberi tahu apakah Anda harus mulai dengan Java atau Kotlin, tetapi saya dapat mencari jawabannya.

Anda mungkin memperhatikan bahwa Kotlin semakin banyak didorong di komunitas Android baru-baru ini. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011, Kotlin (dibandingkan dengan Java) merupakan bahasa yang relatif baru. Kotlin dikembangkan oleh tim JetBrains, orang-orang yang juga membuat IntelliJ IDEA (IDE yang menjadi dasar Android Studio). Pada tahun 2016, versi 1.0 dari Kotlin dirilis, dan pada tahun 2017, di Google I / O kotlin diperkenalkan sebagai bahasa resmi kelas utama untuk pengembangan aplikasi native Android, yang berarti bahwa Google bekerja sama dengan JetBrains untuk sepenuhnya mendukung dan meningkatkan bahasa, dan Anda dapat menggunakannya di Android Studio secara langsung. Kotlin tidak dimaksudkan untuk menggantikan Java di Android, tetapi lebih untuk berdampingan dengannya, sehingga apapun yang anda lakukan dengan Kotlin, dapat Anda lakukan dengan Java dan sebaliknya. Google tidak berencana untuk menjatuhkan Java.

Namun, banyak developer melihat Kotlin sebagai masa depan pemrograman Android, karena kotlin dilengkapi dengan banyak perbaikan, seperti null-safety, kode yang lebih singkat dan banyak fitur tambahan dan “syntactic sugar” yang membuat/menulis, membaca, dan memelihara kode lebih mudah dan minim rawan kesalahan. Jika Anda ingin melihat perbandingan penuh antara Kotlin dan Java, klik di sini.

Awalnya, saya tidak yakin dengan kotlin, itulah sebabnya saya menunggu beberapa saat sebelum saya mulai mempelajarinya sendiri. Adopsi Kotlin berkembang pesat, banyak aplikasi besar seperti Pinterest dan Trello menggunakannya, Google tampaknya memprioritaskan di Java sekarang, dan semakin banyak dokumentasi dan source code yang ditulis dengan Kotlin bermunculan di web. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini, di beberapa bagian dari dokumentasi Android, Kotlin sekarang adalah tab default untuk contoh kode, dan menjadikan Java sebagai pilihan alternatif. Menurut survei StackOverflow, Kotlin adalah bahasa kedua yang paling dicintai pada tahun 2018. Jadi saya pikir cukup jelas bahwa kita tidak boleh mengabaikannya.

Dokumentasi Android dengan Kotlin sebagai tab default

Jika Anda sudah memiliki pengalaman dengan Java dan Anda dapat membaca dan memahami kode Java yang ditulis oleh orang lain, maka ada baiknya untuk mulai belajar Kotlin dan juga membuat proyek Android Anda dengan Kotlin mulai dari nol. Anda akan memiliki banyak kesenangan dan menyukai kode yang lebih ringkas dan meningkatan produktivitas. Sangat mungkin Kotlin akan menjadi bahasa pemrograman utama untuk Android di masa depan. Semakin banyak aplikasi akan ditulis di Kotlin, yang berarti bahwa banyak pekerjaan Android akan membutuhkan bahasa Kotlin.

Karena dapat dikompilasi ke Java bytecode, Kotlin adalah 100% interoperable dengan Java, yang berarti Anda dapat secara bertahap menambahkan potongan kode Kotlin ke proyek Java Android Anda yang sudah ada, memanggil metode Java dari Kotlin, dan masih menggunakan semua library Java dan Android API . Dan karena bahasa kotlin dikembangkan oleh JetBrains, ia memiliki dukungan kelas satu di IntelliJ IDEA dan Android Studio. Anda dapat menggunakannya tanpa menambahkan plugin apa pun, dan Anda menggunakan autocomplete code, highlighting sintaks, debugging tools dan refactoring, dan fitur lainnya, seperti konverter kode Java-to-Kotlin yang membantu Anda saat memulai pembelajaran.

Hampir semua orang setuju bahwa Kotlin adalah bahasa yang lebih baik. Namun kebanyakan orang (bahkan penggemar besar Kotlin) merekomendasikan untuk tetap memulai dengan Java sebagai pemula.

Mengapa?

Pertama, ada lebih banyak tutorial Java daripada tutorial Kotlin dan hampir setiap solusi untuk masalah Android di halaman seperti StackOverflow dari tahun-tahun terakhir telah ditulis di Java. Sebagian besar dokumentasi ada di Java juga dan jika Anda langsung mulai dengan Kotlin, dapat membuat proses belajar menjadi sangat sulit dan membingungkan. Memahami sintaks adalah satu hal yang penting dalam membangun suatu aplikasi, Anda harus belajar cara menggunakan framework dan library API yang berbeda. Anda harus mempelajari kelas apa yang harus Anda gunakan dan metode apa yang harus Anda panggil di fase yang berbeda dari aplikasi Anda. Dan untuk ini Anda perlu latihan dan banyak contoh atau referensi yang bisa Anda rujuk. Sebagian besar tutorial Kotlin saat ini membandingkan Kotlin ke Java sesekali untuk menunjukkan kelebihannya, yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih membingungkan. Jika Anda ingin mempelajari pengembangan aplikasi Android sekarang, Anda tidak dapat sepenuhnya menghindari Java. Hal ini mungkin berubah dalam beberapa tahun ke depan, tetapi sekarang kita belum sampai di sana. Kotlin memecahkan banyak poin-poin di Java dan meningkatkan produktivitas dengan mengurangi kode boiler-plate, tetapi banyak hal yang Kotlin lakukan lebih masuk akal ketika Anda memiliki pengetahuan tentang cara kerja Java.

Java tidak akan usang, bahkan di Android. Saat saya menulis posting ini, sebuah diskusi di Reddit muncul, menanyakan pertanyaan “Java or Kotlin for Android beginner”. Jawaban dengan upvote paling banyak berasal dari Zhuinden, yang menggunakan Kotlin secara ekstensif:

Sebagai seseorang yang menghabiskan banyak waktu untuk belajar Java, saya sadar bahwa penting untuk tetap terbuka pada pengalaman baru. Mempelajari hal-hal baru adalah yang membuat pemrograman begitu menarik.

Bagaimana pendapat Anda tentang keputusan Kotlin-vs-Java? Silahkan komentar di bawah.