TERLUKA
Masih di malam yang sama
9.9.18.21.37
Terluka.
Tentang terluka. Karena ini bahasan milenial maka terluka di sini adalah tentang perasaan. Dalam kehidupan sehari-hari, berteman, bersahabat, berinteraksi dengan banyak orang, dengan banyak kalimat, dengan banyak situasi yang membuat nyaman atau tidak, pasti ada kalanya kita terluka. Jika kita di sakiti, terus terluka... Itu bahasan biasa.....
Di sini yang akan saya bahas adalah, terluka karena teman kita marah/jengkel/kecewa sama kita. Posisi ini memberi gambaran bahwa bisa jadi terluka karena kita salah, dan kita berharap teman kita akan memakluminya, namun kenyataannya tidak. Kenapa kita terluka jika yang marah sama kita itu orang dekat kita, dan kita baik2 saja ketika orang asing yang marah sama kita... Kenapa?
(Menurut saya) Seseorang memilih dekat itu pasti ada alasannya. Alasan itu adalah sesuai apa yang dibutuhkan nya sendiri. Misal, kamu tipe orang yang suka bercerita. Maka kamu butuh teman yang senang menanggapi maupun mendengarkan. Artinya apa... Kita memilih seseorang yang kita anggap KLOP. PAS sama kita. Bisa memahami kita. Karena secara otomatis sebenarnya kita telah mengeliminasi banyak orang yang kita temui dan memilih teman kita yang sekarang. So pasti ada alasannya.
Jadi mengapa kita lebih terluka ketika teman deket kita marah sama kita dibanding jika orang asing yang marah. Karena secara tidak sadar, diawal kita telah berfikir bahwa teman kita itu orang yang akan memahami kita. Yang pas dengan kita. Sehingga ketika kita melakukan segala sesuatu entah baik atau tidak, kita berharap teman kita akan memakluminya karena memahami diri kita. Tapi apakah sebenarnya teman dekat itu sudah pasti paling memahami kita? Tidak kan? Nah, karena ternyata teman kita tak sefaham, tak menerima apa yang kita lakukan (karena memang salah mungkin), kita merasa 'kok kamu gak faham maksud ku sih. Kan aku gini karena bla bla'. Dan itu pun cuma dalam hati sehingga alasan yang bla bla itu pun tak akan pernah difahami teman kita. Kita merasa ternyata teman kita tak memahami kita sama sekali. Sedangkan orang asing, kita tak tak ada urusan dengannya, dan dia bukan orang yang memang kita harapkan untuk memahami kita. Dan kita pun merasa bahwa dia orang asing, tak tahu apapun sebaik temen kita, so, kamu tak akan terlalu terluka oleh itu. Memang benar kata seseorang, bahwa jangan menaruh harapan pada manusia.. karena jika itu yang kita lakukan, kita akan sering menemui rasa kecewa.
.
.
