Kopi itu cepat sekali dingin, sama seperti telapak tanganku yang sudah kaku, sama seperti sikapmu yang sendu.

Sebelum malam tadi, tanpa kamu tahu, aku membuka ruang baru dalam diriku. Masuklah, bisikku. Apakah kamu mendengarnya?

Ah, andaikan kita punya banyak waktu. Mungkin disitu kamu akan terrayu atau malah ragu.

Tak banyak yang bisa ku tunjukkan, kelak kamu akan mengerti bila memang kita ternyata masih banyak waktu. Itulah mimpi.

Ternyata kamu tidak penikmat kopi, kuanggap kamu bisa menikmati hal yang tadi..

Ambarawa,

August 6,2017

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.