Memaknai “Jarak”

Yudha Kuntoaji
Aug 28, 2017 · 2 min read

Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Dalam fisika atau dalam pengertian sehari-hari, jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu.

Dan tulisan tersebut di atas adalah pengertian jarak sesuai isi buku. Tapi bagaimana sebenarnya kita bisa memaknai jarak baik secara mental dan spritual?

Seduh kopimu dahulu, teman.

Beberapa kenalan saya berpikir yang namanya jarak itu pasti berjauhan entah seberapapun itu besarannya. Dan hal itu dianggap sesuatu yang bikin tidak enak hati. Tapi apa pernah terpikir bahwa jarak itu sangat penting dalam hal fisik maupun batin?

Logika sederhananya, sesuatu apapun tidak akan bisa dinikmati tanpa hadirnya jarak. Yap! jarak memberikan ruang bernafas untuk indera kita untuk memproses informasi dengan lebih santai dan tenang. Dan sesuatu yang dilakukan dengan santai dan tenang berujung hasil yang kaffah.

Contoh sederhana ketika bertemu seseorang. Seseorang yang sangat cantik. Kata sangat cantik akan timbul setelah semua informasi ditangkap oleh mata, diproses oleh otak, lalu diteruskan ke hati. Dan mata manusia bisa menangkap visual secara jelas setidaknya butuh jarak kurang lebih 30 cm. Apabila sangat dekat atau tak berjarak, semua akan burem atau malah gelap. Jika sudah begini, rugi sekali kita karena melewatkan kesempatan memandang orang yang sangat cantik.

Jarak memberikan kita ruang untuk menganalisa, mengeksplorasi, mengamati, menghayati, merasakan lalu merenungkan secara kaffah. Wallahualam.

Begitu.

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade