
Embun
Sebuah Sajak Rindu.
Termenung diriku, dalam gelapnya malam.
Entah apa yang ku pikirkan.
Seakan semua berbayang.
Tidak jelas mana yang nyata dan fana.
Kidung pun terdengar, membawa kabar yang menggetar.
Aku, yang sendiri ditengah malam tersadar.
Tidak semuanya berbayang.
Semakin jelas mana yang nyata dan fana.
Antara dirimu dan aku,
Engkau bagai embun pagi, memberikan secercah kehidupan.
Bagi jiwa yang termenung di tengah malam.
Aku, hanya bagai tanaman ditengah rerumputan.
Ditengah malam termenung. Membayangkan.
Betapa indahnya pagi ini.
Saat sang embun datang kembali.