Sebuah Hadiah Tulisan untuk Himastron ITB

Himastron ITB, tepat sudah 51 tahun berdiri hari ini. Memang bukan sebuah angka yang sedikit lagi, Himastron telah banyak menuliskan sejarahnya hingga saat ini. Himastron juga telah banyak melahirkan bintang-bintang dari gugus ini dan dengan tulisan ini aku mencoba bercerita tentang Himastron.

Bendera Himastron ITB

Sejarah: Sebuah Kisah yang Tak Terlupakan

19 Oktober 1965, sebuah tanggal yang sangat istimewa. Secara de facto, Himastron lahir di Bosscha sebagai sebuah himpunan yang mewadahi mahasiswa Astronomi ITB. Lalu, cerita Sang Jaket Biru Perkasa dimulai. Dalam buku Perjalanan Himastron, Alm. Pak Djoni bercerita saat bendera Himastron tidak pernah terlihat ketika bendera-bendera himpunan lain berjejer di kegiatan terpusat kemahasiswaan ITB. Pembuatan bendera pertama oleh Alm. Pak Djoni N Dawanas merupakan awal mula keberadaan Himastron ITB di kegiatan terpusat kemahasiswaan ITB. Sudah banyak yang ditorehkan oleh Himastron sejak saat itu, mulai dari mengadakan ISYA untuk membantu jurusan, mendirikan HAAI (Himpunan Astronom Amatir Indonesia) pada zaman Pak Djoni, masa keemasan sepakbola Himastron pada tahun 1999an dan juga membuat beberapa kali buletin Himastron.

Sejarah Himastron merupakan cerita yang tak boleh tiap anggotanya lupakan. Bagiku, sejarah merupakan tempat untuk melihat kembali perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu untuk membuat Himastron terus bersinar sebagai sebuah gugus di bawah panji bendera kebanggan Himastron. Aku ambil sebuah contoh, cerita mengenai kesolidan sebuah tim sepakbola Himastron yang berisikan 11 orang mampu mencapai semifinal dan mengalahkan suatu himpunan besar dengan skor 8–0. Sangat terlihat kedekatan tim sepakbola dan juga supporternya yang buatku sekarang, kedekatan-kedekatan semacam itulah yang bisa diambil sebagai sebuah pembelajaran. Cerita lain, mengenai budaya dahulu Himastron untuk melakukan wisata ke Planetarium Jakarta saat penerimaan anggota baru. Akupun sadar bahwa Himastron bukanlah melulu tentang hal-hal yang begitu serius.

Himastron Saat Ini: Sebuah Tantangan Baru

Sudah banyak yang kulihat berubah dari Himastron jika aku membaca buku perjalanan Himastron ITB. Sudah banyak yang berbeda, terutama jumlah anggotanya yang sekarang sudah hampir lebih dari 30 orang setiap tahunnya. Sebuah tantangan baru memang ketika sebuah Himpunan bertambah jumlah anggotanya. Selain itu, sekretariat yang sekarang sudah pindah ke basement labtek 8 dan akan pindah lagi ke Gedung Mekanika Tanah membuat banyak sejarah yang dulu biasa dilakukan di Sekre himpunan tertinggi itu menjadi sulit dilakukan di sekre baru. Semakin cepat berkembangnya informasi dan pengetahuan astronomi yang beredar di masyarakat benar ataupun salah merupakan tantangan tersendiri Himastron dalam menjawab tujuan Himastron ITB dalam AD/ART yaitu “Mengembangkan dan Memasyarakatkan Ilmu Astronomi”.

Perbedaan dulu dan sekarang bagiku bukanlah sebuah hambatan. Semakin banyak perbedaan semakin banyak pembelajaran yang bisa diambil. Banyaknya pembelajaran membuat Himastron akan terus berevolusi dan belajar untuk dirinya terus menerus. Himastron akan terus berkembang bersama anggotanya ke arah yang lebih baik lagi. Terkadang mungkin perlu penyesuaian dalam berbagai sektor untuk menjawab tantangan yang saat ini dengan pengalaman-pengalaman dari masa lalu.

Warna. Yang kuperhatikan, tiap periode membawa warna yang unik pada H*. Warna-warna baru bisa memperkuat, memberikan nuansa baru, atau malah amat kontras dari komposisi yang telah ada. Tiap warna baru menambah dimensi baru pad H*. Semuanya memperkaya bias pelangi H*. — — Bapak Ferry M. Simatupang (Buku Perjalanan Himastron)

Masa Depan Himastron : Sebuah Potensi Besar

Semakin berkembangnya kesadaran astronomi di masyarakat seperti kasus flat earth dan GMT 2016, bertambahnya komunitas-komunitas astronomi, media-media astronomi serta pembangunan observatorium nasional dapat menjadi pemicu berkembang pesatnya astronomi di Indonesia. Sebuah potensi yang sangat besar untuk Himastron terlibat di dalamnya. Sebagai satu-satunya himpunan mahasiswa Astronomi di Indonesia, sudah seharusnya Himastron dapat menjadi salah satu poros perkembangan astronomi di Indonesia. Sebuah keuntungan bagi Himastron karena memiliki kedekatan dengan program studi Astronomi, Observatorium Bosscha dan alumni-alumni di berbagai bidang membuat Himastron dapat menjalin banyak kerjasama dalam usahanya menjawab tujuan Himastron dan tantangan-tantangan kedepannya.

Gugus Himastron telah memberikanku banyak pengalaman yang sangat berharga. Tidak cukup memang jika hanya 1 kepengurusan untuk membalas semua yang telah aku dapatkan dari Himastron. Aku yakin bahwa Himastron akan terus bersinar dan berakresi dengan orang-orang yang terus belajar dan berproses di dalamnya. Himastron bukanlah apa-apa tanpa manusianya. Tahun ke 51 bukanlah sebuah umur yang muda lagi. Bagiku, umur hanyalah sebuah angka tetapi kedewasaan adalah sebuah pilihan untuknya. Selamat ulang tahun Himastron. Semoga tetap bersinar untuk langit Indonesia dan berakresi di bawah panji bendera kami! Vivat Himastron!

Yogi Arief Putra

Ketua Himastron ITB

2016

Like what you read? Give Yogi Arief Putra a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.