Apa salahnya umur yang terlalu muda?

Saat gue tingkat 1 kuliah (umur gue 16) termasuk fase remaja pertengahan dimana yang pada umumnya berumur 18an (telah masuk fase remaja akhir).

Keberuntungankah? Atau, pemaksaan dari keluarga supaya gue bisa dapet gelar “Sarjana Muda”?

Banyak orang awam yang sontak terkejut ketika mengetahui umur gue yang terbilang masih bocah tapi sedang mengenyam jenjang perkuliahan.

Dengan kondisi jauh dari keluarga, memulai kembali pergaulan dengan beragam etnis dkk, dan fase pertengahan tanpa bimbingan dari pihak luar, mulai timbul rasa mider karena gue menganggap diri ini terlalu bocah (plus labil).

Seperti remaja pertengahan lainnya, gue masih mencari jati diri.

2 tahun kemudian…

Umur gue sekarang 18 tahun. Tapi, gue seakan masih terjebak fase pertengahan dan sangat tidak siap dalam menyambut jenjang berikutnya (fase remaja akhir). Sementara lingkungan temen gue yang akan menyambut masa dewasa menganggap gue harus ini harus itu, seakan dicekokin dengan bahasan yang sama : “Kapan lo dewasanya kalau gini terus? Yah lo mustinya tu gini blablabla…”

Mendadak gue TAKUT dan LUPA DENGAN JATI DIRI GUE YANG SESUNGGUHNYA!

Mengapa?

Apakah gue nya yang terlalu sering beranggapan masih terlalu muda dan sewajarnya melakukan hal itu ATAU anggapan bahwa anak kuliah semuanya sudah fase remaja akhir benar adanya dan harus ditanamkan?

Salah satu faktor yang mempengaruhi psikologi remaja adalah lingkungan. Artinya, idealnya lingkungan remaja pertengahan berisikan remaja pertengahan juga. Memang ada kasus (seperti gue atau bahkan kebalikannya) sehingga juga mempengaruhi psikologi dia. Dan salah satu ketakutan terbesar gue ketika akan masuk bangku perkuliahan adalah adaptasi dengan lingkungan yang berbeda cukup jauh umurnya (yang berarti berbeda juga dari segi pemikirannya).

Gue juga menemukan kasus yang sama dan hanya segelintir orang yang bisa beradaptasi (ini berdasarkan kacamata subjektifitas gue yha) dengan lingkungannya tsb.

Jadi intinya, gue musti mencoba menemukan dan memperlihatkan jati diri gue yang sesungguhnya.

Di masa depan, gue akan membiarkan anak-anak gue nantinya (yah asumsikan 10 tahun lagi) berkembang sesuai dengan usia anak-anak pada umumnya.

Lantas, apa salahnya umur yang terlalu muda?

Menurut gue, itu salah dan jawabannya sudah tergambarkan jelas lewat penjelasan diatas.

Entah mengapa, liburan kali ini jauh lebih asik hehe :3

Bandung, 21 Juni 2017

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Yolanda Wijaya’s story.