Bukan berarti dalam pengetikan tulisan ini saya sedang ngablu, percayalah saya sedang no sober haha…

Saya akan sedikit bercerita bagaimana pertemanan saya dengan kegelapan…

Membahagiakan, karena bukan kamu saja yang merasakannya
Menghanyutkan, karena tak terasa kamu akan meninggalkannya dan bertemu fajar
Mendinginkan, karena terlalu banyak kalor yang dilepas dari tubuhmu 
Menenangkan, karena dia akan mempertemukanmu dengan para bintang

Bersama kegelapan,
Kamu akan dibawa dalam ruang kebenaran
dimana jiwa kesepian akhirnya mengakui kekhilafannya

Bersama kegelapan,
Kamu akan terbuai dalam rayuan nan menggoda
dan hawa duniawi mulai memanggil

Bersama kegelapan,
Kamu dengannya menikmati pergolakan napsu

Dan, kegelapan hanyalah saksi bisu
Tak bisa berucap layaknya manusia
namun dapat membungkam mulutmu
sampai beradunya organ tak bertulang

Dan, kegelapan hanyalah perantara
Dia akan sadar jikalau
kami saling melengkapi, tapi
akan menjauh rotasional

Dan, kegelapan hanyalah rasa semu
Dingin atau panas, itu karya ilusinya
Sesaat merasakannya,
namun dapat menutup akal sehatmu!

Dan, kegelapan hanyalah hitam
Tak ada spektrum cahaya apalagi bintang
Persepsi pertemananku dengan kegelapan
Ternyata, hanya ada aku dan kamu seorang

Lantas, kegelapan?
Itu efek lampu kamar dimatiin doang~
hehe…

Bandung, 6 Mei 2017

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.