Miracle Takes Time

Every miracle in the bible, first started as a problem.
Just believe. Image courtesy of Google

Yosua 3:5–9

5 Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.”

6 Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: “Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu.” Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.

7 Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.

8 Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.”

9 Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu.”

Lanjut… ke salah satu bagian paling penting

Yosua 3: 14–17

14 Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.

15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai —

16 maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

17 Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.

Kondisi saat itu adalah “sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai”. Yang biasanya cuma lebar 30 meter dan rata-rata kedalaman 1 meter sampai 3 meter waktu itu meluap sampai ke tepi-tepinya. Lebar sungai Yordan jadi bertambah jauh sekali dan arus airnya deras sekali, kalau di musim seperti ini bisa menghanyutkan orang.

Can you imagine? Gimana perasaan para imam pengangkat tabut perjanjian itu begitu ngadepin kondisi sungai yang gak kondusif sama sekali? Gimana perasaan mereka waktu bimbang dan takut antara janji Tuhan melalui Yosua atau mereka mencelupkan kaki dan hanyut? Gimana kalau ternyata semua instruksi dari Yosua itu gagal?

It’s the real battle in our daily life… semua dari kita ngalamin hal ini.

Gak pernah ditulis sama sekali di Alkitab tentang bagaimana perasaan para pengangkat tabut perjanjian ini, mereka hanya tercatat sebagai dua belas orang dari suku-suku Israel, tapi gua yakin sekali waktu itu mereka juga takut banget ngeliat kondisi sungai ini.

Lanjut…

Setelah pergumulan berat, akhirnya mereka tetap memutuskan untuk melanjutkan, tertulis (keliatannya gampang ya) mereka mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu.

Apakah mereka dengan santai melangkah? I bet they’re not. Secara normal dan manusia biasanya kita makin takut. Karena airnya dingin, deras, dan seberang itu masih jauh. Di pikiran imajiner gua bahkan mungkin ada beberapa dari mereka yang mulai berpikir “haduh… kayanya gue salah nih memutuskan untuk terima tugas ini..” atau “why me?” Dunno.. ini hanya imajiner ya, gua sedang berusaha menempatkan diri sebagai salah satu dari pengangkat tabut perjanjian ini.

Lanjut…

Disebutkan di ayat 16, “maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali.” Ditulis ‘jauh sekali”, air di hulu yang melonjak menjadi bendungan terletak jauh sekali dari lokasi bangsa Israel menyeberang. Air gak serta merta berhenti, masih ada sisa-sisa air yang deras mengalir, dibutuhkan sekitar 30 menit sampai air benar-benar berhenti di tempat bangsa Israel menyeberang.

Miracle takes time…

Seperti para imam pengangkat tabut perjanjian yang mencelupkan kakinya ke sungai Yordan, let us do our parts. Melakukan apa yang Tuhan udah perintahkan, tanpa keraguan sama sekali.

Takut? pasti ada…

Ragu? no way…

Tulisan ini khusus ditulis untuk seorang sahabat dan keluarga. We are always here..

Have faith... God already did it…