Masalah Dalam Hidup. Dan Kau Menggangap Itu Adalah Sebuah Takdir? Tunggu dulu!

Bismillah-hirrahman-nirrahiim

Kita mungkin berfikir, untuk apa mengusahakan sesuatu? Jika pada akhirnya, takdir yang menentukan.

Pernahkah kamu merasakan, bahwa hidup ini sungguh melelahkan. Ada banyak yang harus pikirkan. Ada banyak yang harus dilakukan.

Dan pernahkah saat kamu dalam kondisi yang kurang menyenangkan, kamu mulai berpikir kalau itu adalah takdir?

“Udah takdir gue kali ya kek gini.”

Saat situasi mulai diluar kendali. Saat permasalahan hidup mulai memuncak. Apakah kamu akan mempercayai kalau-kalau Allah telah merencanakan kehidupanmu dengan takdir yang buruk?


Manusia, kau dan aku akan mengembara dalam hidup ini. Kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Pun dengan kesulitan dan dengan kemudahan.

Tapi, pernahkah terfikir oleh kita. Apakah segala permasalahan, kesulitan hidup ini ujian atau hukuman dari Allah?

Apakah ujian? Atau bahkan sebuah hukuman?

Kau tau bahwa Allah sangat baik. Tak mungkin Dia menghukum-mu.

"Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan - kesalahanmu) 
Surat Asy - Syuraa, ayat 30.

Apakah masuk akal jika masalah dlm hidup. Boleh jadi diri kita sendiri-lah yang membuatnya?

Mari kita beranalogi. Contohnya seperti ini:

---Masyarakat tersebut gemar sekali menebang pohon. Hingga suatu hari, disuatu malam. Daerah tersebut terkena longsor. Yang menenggelamkan beberapa rumah. Banyak korban jiwa yang berjatuhan. Masyarakat tersebut hidup dalam keperihan dan kesedihan. Bagaimana tidak? Keluarga, kerabat mereka sudah tenggelam. Pergi jauh meninggalkan mereka. Belum lagi rumah yang rusak, harta dan segala apa yang mereka punya hancur lebur hanya dalam hitungan detik (saat longsor terjadi)

Masyarakat mulai berpikir kalau, itu adalah sebuah ujian. Hmm.. Biarlah pembaca menilai sendiri. Apakah itu adalah ujian? Atau kesalahan dari tangan kita sendiri?

Terkadang kita mengeluh, betapa beratnya hidup ini. Lantas berfikir, kalau Allah tidak sayang. Kalau Allah tidak peduli, membiarkan aku seperti ini.

Pernah merasakan itu? Saya pernah. Sebuah konsep yang keliru. Itu mengapa saya ingin menulis pengalaman ini.

Padahal boleh jadi, diri kita sendirilah yang mengundang masalah itu datang.

Lantas, bagaimana setidaknya kita membedakan antara kesalahan yang kita buat dengan ujian. Sebuah ujian dari Allah?

Adalah evaluasi.. Dengan mengingat-ngingat, kesalahan apa yang pernah kita buat. Jika merasa tidak, boleh jadi kesulitan dalam hidup itu adalah sebuah ujian.

Tapi sebenarnya. Saat kamu merasa hidupmu diluar kendali. Saat itulah sebenarnya Allah sedang memanggilmu..

“Come.. come..”

Allah ingin kau kembali..

"Dan sungguh, Kami benar - benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang - orang yang benar - benar berjihad dan bersabar diantara kamu, dan Kami akan uji perihal kamu." Surat Muhammad, ayat 47.

Yang sekali lagi.. Kita akan mengembara dalam hidup ini. Bertemu dengan banyak sekali peristiwa. Dan kita akan senantiasa diuji sampai kita meninggal.

Dan kita diberi bekal, agar senantiasa mmendapat jalan keluar atas permasalahan dalam hidup.

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad)

Dan ini yang membuat hati saya bergemuruh. Betapa Allah Maha Baik. Bacalah hadits ini:

Dalam satu hadits, Rasulullah Saw bersabda,“Sesungguhnya seseorang yang akan diberi kedudukan tinggi di sisi Allah, sedangkan ia tidak dapat mencapai kedudukan itu dengan amalnya, maka Allah akan terus menerus mengujinya dengan kesusahan dan kesulitan yang tidak disukainya. Sehingga ia dapat menggapai kedudukan tersebut.” (HR. Abu Ya’la).

Keren bukan? Saya speechless waktu baca hadits itu :’)

Dan..

Saat kau berpikir hidupmu sungguh berantakan, dan kau ingin berubah. Maka mulailah membuka Alquran. Surat Ar - Rad, ayat 11. Seorang teman berkata dengan mengutip dari salah satu buku,

"Allah akan memberi kesabaran kepada orang - orang yang mengusahakan faktor - faktor kesabaran."

“Allah akan memberi kekuatan kepada orang - orang yang mengusahakan faktor - faktor kekuatan itu muncul dalam dirinya."

“Allah akan memberi perubahan kepada orang - orang yang mengusahakan faktor - faktor perubahan itu bisa terjadi."


Penulis: Yoszania