15 Februari 2018
Eeng:
Perempuanku, mungkin sekarang ini kamu adalah jawaban semua doa-doaku. Terima kasih yang telah datang menghapus rasa sakit yang teramat dalam dengan sepenuh senyumanmu itu, untuk itu ingin ku hadirkan sebuah kebahagiaan sebagai rasa terima kasih ku.
Perempuanku, berkali ku bilang aku tak sebanding dengan masa lalumu yang mungkin akan terus ada dalam fikiranmu. Aku mau namaku ada selalu dalam doamu letakan semuanya diatas sejadahmu, dan biarkan Tuhan kita yang mengatur apa yang kita inginkan. Sekarang ini aku tidak pernah memaksakan atau mencuri kebahagiaanmu. Lepaskan lah jika ingin lepas, larilah jika ingin lari, marahlah jika ingin marah, lalu kembalilah jika kamu sudah lelah, biar ku dekap semua keluh kesahmu hari itu, sampai kau terlelap dalam tidurmu, hingga tak ada lagi hujan yang kulihat dari matamu.
Perempunku, ingatlah selalu aku tidak pernah berkata cinta kita sehidup semati, karena Allah yang mengatur semua umur ku dan juga umur mu bahkan setelah aku tiada aku harap sisa-sisa kebahagianku akan kamu ingat dengan sepenuh cinta dulu. Ingatlah selalu doa-doa mu, jaga apa yang harusnya kamu jaga, berharap nanti akan datang bahagia, bahkan kau dapat mengartikan semua puisi yang pernah aku tulis adalah rasa syukur yang tertera.
