Benarkah kita sedang mencari kebahagiaan ?

Radikal Yuda Utama
Nov 3 · 3 min read
Photo by Sebastián León Prado on Unsplash

Setumpuk pakaian kering merusak pandangan kamar. Agenda subuh ini sudah ditentukan. Setrika dan rapika siap merapikan setiap kekusutan. Keduanya bak tim yang saling melengkapi. Panas setrika dan semprotan rapika memastikan lintasan gosokan tersebut melicinkan. Rapi.

Dalam mengarungi hidup. Tumbuhpula harapan, senantiasa ada setrika saat kita butuh untuk merapikan tatanan masalah dan kerumitan hidup.

Sembirit mentari dari ufuk timur masuk dari celah-celah jendela. Saya melebihi 30 menit target waktu saya buat aktivitas satu ini. Susah fokus. Telfon berkali-kali bunyi. Pesan yang saya kirimkan ke Dinas Kehutanan DIY dan Ketua Mata Garuda DIY mendapatkan respon yang positif.

Kepanitian untuk sosial projek reional DIY Jateng terus berjalan. Kami dipecah ke beberapa divisi yaitu Acara, Logistik dan Perlengkapan, Dokumentasi, selebihnya ada sekretaris, bendaha dan ketua.

31 orang dalam grup WA hampir terploting semua. Tanpa paksaan. Semuanya dipersilahkan memutuskan dibagian apa mereka berkontribusi.

Tak sampai setengah hari. Panitia terbentuk. Pembahasan pun kemudian berlanjut pada konten kegiatan. Di tengah-tengah, kepotong dengan adanya diskusi soal waktu pelaksanaan. Hal ini penting dan krusial. Setiap anggota harus memastikan bahwa pada tanggal tersebut ia harus hadir terlibat. Diskusi soal tanggal cukup ribut. Sehingga akhirnya kita putuskan untuk plot Sabtu, 7 Desember 2019.

Sekitar jam 8 saya berangkat ke kampus. Motor Vario itu berlari terbirit-birit. Saya bak jadi penunggang kuda handal. Setelah parkir. Bonbin jadi tujuan pertama saya. Mencari sebongkah nasi demi membangkitkan secuil harapan. Tempat favorit saya tempat Ibu bla-bla-bla yang jualan nasi. Murah. Banyak. Dan rasa ga jelek-jelek amat. #dasaranakkos

Cerita ini berlanjut ke Perpustakaan. Hari masih pagi saat menemukan hal menarik.

***

Saya menemukan suatu tulisan yang menarik dari Darius Foroux. Tentang Usefulness or Happiness.

Kita harus akui memang kebahagiaan merupakan aspek kehidupan yang dikejar oleh setiap orang.

We go on holiday and think that makes us happy

We hook up with friends and think that makes us happy

We go shopping and think that makes us happy

Tapi benarkah selepas kita mendapatkan apa yang kita cari. Kita akan bahagia. Ternyata tidak.

Foroux menyanggah kalimat yang pernah disampaikan oleh Aristoteles

"Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence"

Bila kita pikir-pikir lagi. Aktivitas seperti beli sesuatu, menikmati sesuatu, omongin sesuatu yang kita anggap membahagiakan hanyalah suatu kebahagiaan yang semu. Karena we're not creating something. It's not useful. Tapi jika kita mampu membuat sesuatu untuk orang lain. Maka disinilah Bahagia itu sebenarnya.

Bita kita lihat sebenarnya, ternyata bahagia itu bukanlah ujungnya. Tapi Kemanfaatan yang bisa diberikan.

Ralph Waldo Emerson mengatakan,

"The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honourable, to be compassionate, to have it make some difference that you lived and lived well"

Sederhananya. Bahagia itu adalah ketika

- Anda secara sukarela membantu anak-anak yatim dan orang miskin yang membutuhkan

- Anda dengan lapang dada membantu rekan kerja yang kesulitan

- Anda dengan penuh bakti menemani Ibu ke pasar berbelanja

- Anda menulis sebuah kalimat-kalimat inspiratif yang membantu orang -orang keluar dari keterpurukannya

Jadikanlah sikap seperti ini melekat sebagai mindset.

Foroux mengatakan,

Like with any mindset, it starts with a decision. Don't take it too seriously. Don't overthink. Just DO something that's useful. Anything!

***

Radikal Yuda | Perpustakaan UGM 2019.10.29

    Written by

    Radikal•is•me

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade