Tentang hati. Tentang taubat.
Pukul 16.30 saya masih asyik dengan paragraf demi paragraf novel Bang Andrea Hirata: Ayah. Kisah cinta Sabari yang luar biasa kepada Marlena membuat saya ga bisa move on. Tiap duduk, akhirnya kecantol novel lagi. Tak lama. Setengah buku lewat. Saya merasa ada kemiripan soal sabari dan apa yang saya alami. Udah miskin. Jelek. Lugu. Kaku. Item lagi. Meski punya sedemikian banyak rentetan pengalaman buruk di tolak cinta. Malah Sabari mentargetkan bulan purnama. Mencintai Lena. Top dari topnya kembang desa. Gadis manis, berlesung pipi dalam yang jadi pujaan banyak lelaki (Lena tak pernah sedikitpun menggubris perhatian itu) Tak tau diri memang! dengan berkhayal terlalu tinggi. Demi Cinta. Demi Lena. #ea
Astaghfirullah. Cek jam. Sudah jam 17.15 aja. Saya bergegas mandi. Selepas berbaju. Melengkinglah suara motor itu di jalanan. Belum panjang lintasan terukur oleh putaran roda tersebut, pada akhirnya tetap aja pelan. Sore hari adalah titik temu dari segala kepadatan lalu lintas. Yang pulang kerja. Yang cari makan. Yang mau berangkat jalan. Yang berbegas nyari makan. Semuanya bertemu di kepadatan sore. Sementara, di ufuk sana menggema-gema suara panggilan. Azan berkumandang sudah. Sampai di Masjid, syukur saya masih sempat shalat dua rakaat qobliyah.
Diparkiran tadi saya bertemu dan say hello aja dengan Bang dr. Abdiyat Sakrie. Kawan sakampuang. Pelataran masjid pun sudah begitu ramai. Ibu-Ibu sibuk menjaga anak-anaknya tetang. Agar tak mengganggu shalat dan pengajian maghrib ini.
For your prestigious information. This lecture already started since 2007 dan ini merupakan majelis ilmu pertama-tama yang saya hadiri di Yogyakarta. Alhamdulillah sesuai praduga awal. kajiannya menyenangkan. Santai tapi penuh faidah.
Sebelum kajian mulai. Sebelah saya, seorang bapak tampak agak kesulitan dalam shalatnya. Namun tampaknya ia tetap gigih menyepurnakan gerakan shalat. Khususnya pada tangan kanannya. Tiap kali mau berdiri dari sujud, tangan kirinya menggendong tangan kanannya. Telunjuknya pun harus selalu di bantu oleh tangan kiri agar bisa mengacung pada saat tahiyat awal dan akhir.
Pak Supardi. Namanya. “Kenapa dengan tangannya Pak…” saya tanya. Lalu dia bercerita cukup panjang meski bisik-bisik. Sudah 1- bulan ia terserang stroke. Awalnya separuh badan mati total. Sampe mulutpun ga bisa bicara. Kaki, badan, tangan semua bagian kanan katanya tak bergerak. Tapi alhamdulillah, sekarang sudah berangsur. Tinggal tangan kanan beserta tiga jari kanan saya. Pak Supardi ini termasuk orang yang punya semangat tinggi. Usianya tak terbilang muda lagi. Dulu Ustadz Zaid juga dianter bolak balik oleh beliau ini. Demi terselanggaranya kajian Islam di masjid ini. Salah satu video viral dari Yufid saat seorang Ikhwan namanya Mas Alfian. Sosok muda, ganteng, pintar, tapi TUNA NETRA yang begitu semangat hadir kajian dan mencatat setiap faidah. Ia berangkat kuliah sendiri. Mandiri. Kisahnya telah menginspirasi dan menyadarkan ribuan orang diluar sana untuk LEBIH MENSYUKURI nikmat yang Allah berikan. Anggota badan lengkap. Tapi semangat belajar kurang. Berkebalikan dengan Mas Alfian. Ia mungkin kehilangan pandangan. Salah satu komponen penting bagi tubuh manusia. Tapi semangatnya tak pernah kurang. Bahkan semangat itu menjalar kemana-mana.
Saat ini beliau sudah mengajar di salah satu sekolah SMP di Jonggol dan akan diorbitkan menjadi kepala sekolah. I feel really proud of him.
Baik. Back to the point ya.
Kali ini pembahasan kajian malam ini sampai kepada TAUBAT. Mari simak dulu. Summary saya berikut ini.
***
Bismillah. Faidah kajian Ustadz Zaid Susanto Lc. @Masjid Al Hasanah, Terban, Yogyakarta.
Dalam surat Az zumar ayat 53 ada pesan penting dari Allah bahwa sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, apabila seseorang bertaubat. Lengkapnya di sini
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Namun, jika ia tidak bertaubat.
Lihat QS. An-nisa 48. Seseorang yang mati dalam keadaan kufur atau musyrik. Maka Allah tidak akan mengampuni. Allah mengampuni dosa selain itu bagi siapa saja yang Allah kehendaki. Lengkapnya di sini
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”
Perhatikan juga QS. Saba 17. Terkait dengan balasan dosa yang sepadan HANYA untuk orang kufar. Hanya untuk mereka. Maka dari sini bisa dipahami orang beriman yang melakukan kemaksiatan maka balasannya bagaimanapun tidak akan sepadan dengan besarnya dosa yang dilakukan. Banyak dari dosa tersebut sudah diampuni oleh Allah. Lengkapnya di sini
ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
Maka dari itu kita hendaknya senanitasa meminta ampun kepada Allah. Salah satunya dengan membaca doa ini dalam banyak sujud kita.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَة أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam dalam sujudnya mengucapkan do’a,
“Allahummaghfirli Dzanbi Kullahu Diqqahu Wa jillahu Wa Awwalahu Wa Akhirahu Wa ‘Alaniyatahu Wa Sirrahu
(Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku, yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, dan yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi).” (HR. Muslim)
Sempatkan waktu kita istighfar. 100x hanya sekitar 3 menit. Silahkan dikomparasikan, berapa waktu kita melihat handphone?
Istighfar tersebut mengampuni dosa dosa kecil. Sementara untuk dosa besar perlu taubat. Meski terkadang dosa tersebut bisa diampuni dengan amal shalih.
Soal amal shalih. Di antara amal shalih yang peling besar pahalanya adalah berbakti kepada orang tua. Sebagaimana kisah ada seorang lelaki pernah melamar seorang wanita. Cintanya ditolak. Karena lelaki tersebut tidak rela wanita yang dikejar-kejarnya itu memberikan cintanya untuk yang lain. Maka dibunuhnya wanita tersebut. (INGAT dosa membunuh. Di jahannam. Kholidam fiha). Namun, Ibnu Abbas waktu itu memerintahkan lelaki ini untuk birrul walidah. Kepada Ibunya. Karena berharap besarnya amal shalih birrul walidah ini dapat mengampuni dosa dosanya.
Sebagian Ulama mengatakn dosa besat bisa terhapus dengan amal shalih saat KEIKHLASAN nya memuncak. Sebagaimana kisah seorang pelacur yang melakukan dosa besar yaitu ZINA. Akhirnya dikabarkan bahwa ia menjadi penduduk suarga. Perlakuannya terhadap anjing yang kehausan dengan memberi minum merupakan salah satu contoh bahwa saat melakukan hal tersebut ia melakuakn dengan penuh iba dan ikhlas. Bentuk sayangnya kepada anjing tersebut.
Saba 17. Sehingga orang beriman punya harapan. Raja. Ada pengampunan dosa terhadap kemaksiatan yang dilakukannya. TAPI catatan pentingnya adalah RAJA harus tetap diimbangi dengan KHAUF.
Beberapa dalil terkait dengan azab begi mereka yang mendustakan ayat Allah. Salah satunya dalam QS. Taha 48. Adzab itu ditujukan kepada orang yang mendustakan ayat ayat Allah. Simak juga QS. Al-Araf 156.
Syaikh Abdul Muhsin al Abbad pernah di tanya. Bolehkan untuk tidak menulis salawat dibelakang sebutan rasulullah saat mencatat faidah kajian? Nulisnya nanti di akhir. Jawaban beliau. Apakah menulis shalawat itu bukam faidah?!
5 kunci masuk surga. Secara ringkas (ketahuan udah mulai males nih. hehe)
- Man syahida an la ilaha illa Allah
- Muhammad adalah hamba dan Rasulullah
- Bersaksi Isa adalah hamba dan utusan Allah. Tidak boleh diibadahi. Rasul yang tidak boleh di dustai.
- Jannatul haqqun. Bukan sekedar khayalan. Pernah dirasakan para wali Allah. Para sahabat. Ada yang mencium bau surga dibalik gunung uhud, kemudian mereka syahid.
- Annaro haqqun
Manusia ada empat. (Ringkas lagi)
- Diciptakan dengan bapak ibuk. Contohnya: Kita semua
- Ibuk saja. Contohnya: Isa
- Bapak saja. Contohnya: Hawa
- Tanpa bapak dan Ibu. Contohnya: Adam.
****
Selepas kajian saya balik ke kosan, setelah sebelumnya singgal beli ketoprak. Badan sih agak lelah. Tapi tumpukan kain sepertinya gak bisa ditoleransi lagi. Nyetrika lah saya. Back to laptop. Semoga faidah kajian ini bermanfaat bagi saya dan yang membacanya.
Radikal Yuda | Yogyakarta, 03 November 2019
