“ANTARA HARGA MATI DAN MATI HARGA BEDANYA SETIPIS KULIT BAWANG”
Pada dasarnya organisasi di bangun dengan landasan perjuangan dan usaha bersama dalam mencapai tujuan positif dan konstruktif sehingga arah gerak organisasi menjadi dinamis dalam melaksanakan hal konsekuen.
Quote diatas adalah bentuk kesadaran yang harus dipahami oleh anggota organisasi secara menyeluruh (Total).
Menjadi sebuah prinsip adalah kecintaan dan rasa peduli terhadap organisasi adalah semi doktrin dan injeksi yang selalu di tanamkan oleh para senior terhadap para junior. Tentunya dengan doktrin yang luar biasa dan menggebu gebu sehingga ada sebuah kalimat lumrah yang sering di jumpai di organisasi manapun bahwa organisasi ini adalah organisasi yang… dan tidak ada tandingannya, organisasi ini adalah… dan harus di bela apapun dalilnya.
Sepintas doktrin ini masuk dan menjadi konsumsi para anggota dalam melaksanakan tugas sebagai anggota organisasi, anggota organisasi yang paham benar akan hal ini akan tetap menjaga dan sedikit merubah bahwa ini adalah sebuah amanah untuk dijalankan, namun bagi anggota yang kurang paham/ogah ogahan akan nyeleneh dan anggap hal itu biasa biasa saja. Bahkan ada kalimat yang sering di jumpai kepada para anggota “ Suka sukaku mo ba aktif atau tidak, yang penting so ta kader, nanti ada kegiatan lagi baru mo pigi noh “ sepintas mendengar kalimat ini menggelitik bercampur miris, kok ada yang seperti itu yaa? Ternyata banyak
Bahkan ada yang lebih parah lagi membenturkan antara amanah/doktrin dengan ketidak patuhan. Satu contoh dalam melaksanakan program organisasi harus semua berpartisipasi aktif dalam sebuah kegiatan, ketika ada orang orang yang menjalankan sesuai tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) tiba tiba ada oknum oknum nyeleneh mengatakan sok pintar kau, banyak gaya dan lain lain. Inilah tipikal manusia yang nyeleneh itu (subversif/iri hati) yang sering kali membuat ulah, dan ketika berdebat mekanisme kegiatan katanya kami cinta organisasi ini dan harga mati. Yaa karna antara harga mati dan mati harga itu hanya setipis kulit bawang dan konsekuennya bukan ke organisasi loh tapi cara berfikir si oknum nyeleh tadi…
Berdebat ilmiah dan rasional itu bagi orang orang berfikir, bagi yang gak berfikir jadinya ceplas ceplos dan gak jelas, giliran diminta solusi atau banding fikir maunya harga mati melulu.
Yaa inilah sedikit kekacauan (Fallacy) dalam berfikir seorang anggota organisasi.
Sampai jumpa ditulisan berikutnya.
