5 November 2016.

Semua manusia memang terlanjur diciptakan dalam keadaan tidak sempurna dan berdosa….

Aku adalah manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan.. Mengecewakan orang mungkin jadi kehebatanku, membuat orang sedih adalah spesialisasiku, terlebih kepada wanita yang baru saja aku sadari bahwa aku mencintainya lebih dari apapun di dunia ini..

Mungkin kata banyak orang (termasuk kamu), semua sudah terlambat, tapi untukku, tidak pernah terlambat aku menuliskan kisah ini untuk mengenangnya.. mengenang kita..


Myra..

Mungkin sebuah kebetulan, kala sore itu kita pertama kali bertemu di sekolah (yang kutahu, kamu tidak sadar dengan kehadiranku).. Sorot matamu yang cantik menyihir siapapun yang memandangnya..

Ahh.. sampai sekarang pun, aku selalu jatuh cinta saat memandang matamu..

Mungkin layar bioskop yang memutarkan “Night at The Museum” waktu itu, jadi saksi bahwa aku terpesona dengan kehadiranmu,, meski saat itu aku sibuk bersama teman-temanku,, mataku diam-diam mencari kesempatan untuk sedikit berkenalan dengan matamu..


Hati ini tidak tertahan untuk mencari siapa jati dirimu sebenarnya, kuberanikan diriku untuk menyapamu di Facebook waktu kita masih alay..

“Anak Etniez ya?”

Pertanyaan bodoh pertamaku, yang mungkin dijawab dengan keraguan saat itu olehmu, Myr..

Lucunya, entah kenapa aku semakin penasaran setelah aku berhasil menjemputmu dari tempat bimbingan belajar.. meski ketus dan jutek, kuyakin dirimu menginginkanku..

Setelah itu,, muncul pertanyaan-pertanyaan bodoh lainnya yang membuat kita terbuai satu sama lainnya..

6 Juni 2009.. aku mendapat telepon darimu, pesannya membuatku girang setengah abad..


Manis, Getir..

Bahagia, Kecewa..

Selama ini, aku menyayangimu dengan keegoisanku, sebaliknya, dirimu menyayangiku dengan penuh perasaanmu..

Aku terlalu sering menyakitimu, aku terlalu sering mengecewakanmu..

Sampai akhirnya tinggal akulah sendiri, dihukum rasam kecewa karena kekecewaan orang yang pernah aku kecewakan..

Mungkin inikah karma?


Myra,

Selain alam semesta, dirimulah yang menurutku yang mempunyai kekuatan terhebat..

Kekuatan untuk melemahkanku, ketika diriku tidak lagi bisa bisa bersamamu..

Bersukacitalah dengan cinta dan hati yang baru.. Sembuhkanlah semua luka yang aku beri dengan caramu sendiri..

Kesempatan itu jarang kamu dapatkan, ketika kemarin kamu terkungkung dengan kesakitanmu..

Pergilah..

Carilah pengalamanmu, keindahan dunia ini tak berbatas,, Kalau kau terus bersamaku yang lebih sering memberi luka dan duka, kau tidak akan dapat apa-apa.


Tapi,

Rumah yang kau tinggal pergi sekarang tak berisi..

Hampa.. hanya ada kekosongan di dalamnya..

Rumah ini selalu tetap sama letaknya, selalu sama atmosfer dan keadaannya..

Rumah yang selalu akan berusaha menyamankanmu, menjagamu, serta melindungimu dari sengat matahari dan dingin angin malam..

Rumah yang tidak akan pernah lagi terisi orang lain, karena orang lain hanyalah tamu, mereka tidak tahu isi rumah sebenarnya..

Setidaknya, rumah ini selalu siap menyambutmu pulang selepas bepergian jauh..

Rumah yang bisa menjadi pengobat lelah pengembaraanmu yang sedang mencari kesembuhan hatimu yang sakit..

Rumah itu adalah hatiku.. yang terus kujaga sampai datang kepulanganmu nanti..

Akan kusiapkan rumah dengan isi termewah dan teindah ketika kau pulang nanti..

Supaya kau terjaga dan tidak ingin pergi lagi..

Lekas sembuh dan cepat pulang…